Aspek Perkembangan Motorik dan Keterhubungannya dengan Aspek Fisik dan Intelektual Anak


Aspek Perkembangan Motorik dan Keterhubungannya dengan Aspek Fisik dan Intelektual Anak (1 dari 3 tulisan)

Download: Kecerdasan Motorik Anak (1).pdf

cimg1815I. PENDAHULUAN

Pembentukan kualitas SDM yang optimal, baik sehat secara fisik maupaun psikologis sangat bergantung dari proses tumbuh dan kembang pada usia dini. Perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik perubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi, maupun perkembangan psikososial yang terjadi dalam usia anak (infancytoddlerhood di usia 0 ­ – 3 tahun, early childhood usia 3 ­ – 6 tahun, dan middle childhood usia 6-11 tahun). Masing-masing aspek tersebut memiliki tahapan-tahapan sendiri. Pada usia 1 bulan, misalnya pada aspek motorik kasarnya, anak sudah bisa menggerakkan tangan dan kakinya.

Masa balita adalah masa emas (golden age) dalam rentang perkembangan seorang individu. Pada masa ini, anak mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, baik dari segi fisik motorik, emosi, kognitif maupun psikososial. Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang holistic atau menyeluruh. Karena itu pemberian stimulasinya pun perlu berlangsung dalam kegiatan yang holistik.

Demikian pun dalam kaitan dengan kecerdasan motorik anak, tentu saja dipengaruhi oleh aspek perkembangan yang lainnya, terutama dengan kaitan fisik dan intelektual anak. Dalam makalah ini akan coba di paparkan apa yang dimaksud dengan kecerdasan motorik, pentingnya perkembangan motorik anak, bagaimana proses perkembangan motorik anak pada usia middle age atau anak anak ( 3 – 5) tahun dan stimulasi apa saja yang bisa diberikan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik anak usia 3 – 5 tahun.

II. PEMBAHASAN

A. Berbagai Pandangan Mengenai Perkembangan Motorik Anak


Fisik atau tubuh manusia merupakan system organ yang komples dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode prenatal (dalam kandungan). Kuhlen dan Thomshon. 1956 (Yusuf, 2002) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu (1) system syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi; (2) otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik; (3) kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis; dan (4) struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proposi.

Usia emas dalam perkembangan motorik adalah middle childhood atau masa anak-anak, seperti yang diungkapkan Petterson (1996)

During middle childhood, the body and brain undergo important growth changes, leading to better motor coordinator, greater strength and more skilfull problem-solving. Health and nutrition play an important part in these biological developments.

Pada usia ini, kesehatan fisik anak mulai stabil. Anak tidak mengalami sakit seperti uasia sebelumnya. Hal ini menyebabkan perkembangan fisik jadi lebih maskimal dari pada usia sebelumnya.

The period of middle childhood, from age six to age twelve is, also remarkably free from desease. The average child suffers fewer bouts of illness than during the years before school entry, and the risk of death for a contemporary Australian or New Zealand child is lower than at any earlier or later period during the life span. (Petterson, 1996)

Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.
Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal. .

Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak lah yang mensetir setiap gerakan yang dilakukan anak.Semakin matangnya perkembangan system syaraf otak yang mengatur otot m,emungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. Perkembangan motorik anak dibagi menjadi dua:

  1. Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, mmelompat, naik turun tangga.
  2. Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis, menggambar, memotong, melempar dan menagkap bola serta memainkan benda-benda atau alat-alat mainan (Curtis,1998; Hurlock, 1957 dalam Yusuf 2002)

Perkembangan motorik berbeda dari setiap individu, ada orang yang perkembangan motoriknya sangat baik, seperti para atlit, ada juga yang tidak seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik. Gender pun memiliki pengaruh dalam hal ini, sesuai dengan pendapat Sherman (1973) yang menyatakan bahwa anak perempuan pada usia middle childhood kelenturan fisiknya 5 %- 10 % lebih baik dari pada anak laki-laki, tapi kemampuan fisik atletis seperti lari, melompat dan melempar lebih tinggi pada anak laku-laki dari pada perempuan.

Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak, Motor development comes about through the unfolding of a genetic plan or maturation (Gesell, 1934 dalam Santrock, 2007). Anak usia 5 bulan tentu saja tidak akan bisa langsung berjalan. Dengan kata lain, ada tahapan-tahapan umum tertentu yang berproses sesuai dengan kematangan fisik anak.

Teori yang menjelaskan secara detai tentang sistematika motorik anak adalah Dynamic System Theory yang dikembangkan Thelen & whiteneyerr. Teori tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.

“…….to develop motor skill, infants must perceive something in the environment that motivates them to act and use their perceptions to fine-tune their movement. Motor skills represent solutions to the infant’s goal.”

Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak factor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika system syarafnya sudah matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.

Selain berkaitan erat dengan fisik dan intelektual anak, kemampuan motorik pun berhubungan dengan aspek psikologis anak. Damon & Hart, 1982 (Petterson 1996) menyatakan bahwa kemampuan fisik berkaitan erat dengan self-image anak. Anak yang memiliki kemampuan fisik yang lebih baik di bidang olah raga akan menyebabkan dia dihargai teman-temannya. Hal tersebut juga seiring dengan hasil penelitian yang dilakukan Ellerman, 1980 (Peterson, 1996) bahwa kemampuan motorik yang baik berhubungan erat dengan self-esteem.

besambung…

[Endah, http://parentingislami.wordpress.com]

About these ads

32 Tanggapan

  1. web ini bagus dengan materi yang bermanfaat, khususnya terhadap pengawasan fungsi dan peran orang tua dalam mengasuh anak menuju peningkatan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak

    selamat dan terus kembangkan web ini untuk kepentingan peran orang tua yang sebenarnya dalam pola pengasuhan anak

  2. Alhamdulillah. Terima kasih banyak atas feed backnya. Mohon doanya agar kami senantiasa diberikan keistiqomahan. Amin.

  3. alhamdulillah masih banyak elemen yg peduli dgn anak. saya mahasiswa PAUD UNJ, semoga saya bisa terus mengakses web ini karena banyak sekali manfaatnya.

  4. Amin. Alhamdulillah bisa saling berbagi. Wah tambah kenalan lagi nih. Ternyata “wabah” PAUD semakin meraja lela di bumi pertiwi ini :)

  5. hayyun ya?

  6. ?? tidak mengerti :D

  7. Saya dpt inti n dpt brguna dlm menylsaikan kul sy diPLB.Trima ksh.

  8. alhamdulillah

  9. Tnyata smkn banyak pmerhati PAUD. Saya alumni PAUD UNJ dan sedang ambil masternya. Semoga geliat PAUD tidak akan memudar. Dan masih banyak artikel PAUD lainyya yg perlu dgali. Karena ddaerah2 sana msh bnyk yg blm memahami PAUD apalagi perkembangan anak. Smga bnyk yg bisa mengakses artikel2 dweb ini. AMIn

  10. Amin.
    Mohon masukan-masukannya :)
    Semoga ke depannya website ini bisa memberikan sesuatu yang lebih baik lagi

  11. Webnya sangat berguna bagi saya (ibu rumah tangga) yang terus belajar untuk menjadi orang tua yang terbaik bagi anak saya….
    semoga terus menjadi lebih baik….
    salam
    julia

  12. Alhamdulillah, jazakillahu khairon katsiro atas feed backnya.

    Oya, boleh kok sharing mengenai pengalaman Ibu (dan pembaca yang lain) dalam mendidik anak melalui web ini.

    Silakan kirim ke parentingislami@gmail.com
    Kami tunggu

  13. Ass
    Materi nya bagus . Terimaksih Ya

  14. bagus sekali untuk pengaetahuan saya, terimakasih….. semoga saya bisa menerapkan kepada dua anak saya sesuai dengan karakter anak-anak saya…

  15. Aslmkm…boleh ya blog nya saya link di blog saya…Infonya banyak yang bermanfaat.Ohya, saya juga mohon ijin artikelnya untuk dimasukkan ke dalam buletin yang kami buat yang bertema parenting islami juga…Jazakumullah

    (Ummu Za)

    Wa’alaikumussalam wrwb.
    Tentunya boleh. Silakan.
    Buat buletin juga boleh. Kami hanya titip identitas penulis dan alamt blog ini saja dalam tulisan itu.

    Oya, kami baru denger kalau ada buletin bertema parenting islami.
    Kalau boleh kami dapat file pdfnya, kami akan sangat berterima kasih.
    Ummu Za bisa kirim ke email redaksi parentingislami [at] gmail.com

    Jazakillahu khair katsir.
    Tim Parenting Islami.

  16. Iya, pastinya akan kami tuliskan sumber aslinya..Btw, untuk buletin ini. kami baru buat 6 bulan an..kami sedang merintis kerjasama dengan beberapa sekolah di daerah kami, agar buletin tersebut bisa menajdi media informasi untuk para orang tua,yang baisanya menunggu anak mereka disekolah.kami juga sebar di beberapa posyandu atau puskesmas.
    tujuan kami sederhana, mengingatkan kembali peran orang tua yang sesungguhnya dalam mendidik anak2 mereka, agar menjadi generasi yang shalih-sahalihah, cerdas berkualitas. Mohon doanya juga ya dari tim parenting…n Jazakumullah.

    Ummu Za

    Jazakumullah, ide yang menarik. Jadi teringat, biasanya para orang tua pada saat nunggu anaknya, menggunakan waktunya untuk mengobrol. Tentunya akan lebih bermanfaat jika ada buletin tentang parenting. Semoga sukses programnya. Mungkin bisa pdfnya bisa diupload kemudian linknya bisa disebar kemilis-milis parenting. Setahu kami cukup banyak milis yang bertemakan parenting. Sebut saja Parenting Indonesia, Sekolah Rumah, Parents Guide, dll. Semoga dengan demikian bisa lebih banyak lagi yang mendapatkan manfaat.

    Mudah-mudahan ini bisa menjadi inspirasi juga buat kita semua.

    Tim Parenting Islami

  17. artikelnya bgu2 saya mahasiswi PAUD merasa amat terbantu
    makasihhhh
    jangan lupa info2 anak usia dini yaaa

  18. saya mengucapkan banyak terima kasih atas tulisannya semoga bermanfaat bagi banyak orang terima kasih

  19. Webnya bagus dan informatif. Di bacanya juga enak tidak membosankan. Alangkah baiknya kalau bisa kerjasama dengan sekolah2 untuk bisa di akses oleh guru dan menjadi bacaan wajib juga, sehingga orangtua dan guru bisa bahu membahu mengembangkan kecerdasan anak.

  20. yup! bravo yach.. buat web nya…ok banget tuh pak redaksi… minta ijin ya buat ngelink ke web pribadi saya….. n boleh juga kan kirim2 artikel pak? thaks banget buat sharenya.

  21. wah bagus sekali artikelnya,buat panduan guru2 PAUD.oh iya,bisa gak minta keseluruhan artikelnya,penting banget untuk di pelajari.

  22. apa yang harus dilakukan oleh orang tua ketika melihat anaknya tidak berkembangsesuai usianya..??

  23. hayyun ya artinya tetap exist ya

  24. hayyun ya artinya tetap exist ya…! sy setuju…moga web ini tetap exist. sangat menginspirasi

  25. artikel na bagus buangeet,,,!!!
    kabarin terus ya info terbaru na,,,???

  26. trimakasih ya artikelnya. cukup menarik

  27. Alhamdulillah dapat artikel ini saya bisa buat tambahan referensi dalam menyusun laporan tugas PTK utk kuliah PAUD.thanks…

  28. siiiip. thanks. we like it

  29. saya ingin bertanya, pernyataan Gessel dalam Santrock itu maksudny terdapat di buku Life Span Development yg d tulis Santrock ya?

  30. Assalamu alaikum…
    Terima kasih atas artikelnya..

  31. an boelh minta lebih jelas gx nie siapa oengarangnya, th penerbitnya, judulnya, mohon maaf gan ane lagi buanyaaaaakkk bgd tugas ane cuma mau tau aja masalhnya ini juga mengaitkan terhadap tugas ane Sebelumnya terima kasih gan

    gan ane minta secepat nya gan klo bisa hhee mohon maaf gan jika ane kurang sopan ..

  32. artikelnya sangat bagus. bagaimana dengan artikel kolaborasi orang tua dan guru

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.