Tentang Ibu… (part 1)


Berbahagialah jika ukhti telah menjadi seorang ibu, teruskan perjuangan muliamu! Dan bagi saudariku  yang belum menjadi seorang ibu, berbekallah dengan sebanyak-banyaknya bekal, karena menjadi seorang ibu, satu kata yang hanya  tersusun dari tiga huruf ini mempunyai peran yang sangat signifikan bagi peradaban umat manusia. Gelar ini  diraih setelah Allah mengamanahkan anak yang masih suci dari dosa dan noda dan harus ia jaga    : “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manuasia dan batu“ (Q.S. At-Tahrim :7). Rasulullah bersabda : “Setiap anak yang baru dilahirkan itu lahir dengan membawa fitrah. Orang tuanyalah yang menjadikan Yahudi, Majusi atau Nasrani “

 Seorang ibu mempunyai peran domestik, yang berhubungan dengan anak dan suaminya dan peran publik yang berhubungan dengan masyarakat luas.

Peran Domestik seorang ibu

1.      Ibu Sebagai Istri
Seorang ibu harus  menunaikan kewajibannya dan mendapatkan haknya sebagai sebagai seorang istri, Sehingga muncul ketentraman lahir dan batin, menjadi patner yang sinergis untuk suaminya dalam berjuang membangun keluarga sakinah, mawaddah , warahmah dan da’wah yang mampu memberikan energi positif, tidak hanya untuk anak-anaknya, tetapi untuk masyarakat secara umum.

 

2.      Ibu Sebagai Orang Tua

2.1.  Mengandung dan melahirkan anak-anaknya

“Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari saripati berasal dari tanah. Kemudian kami menjadikannya air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim) “(Q.S. Al-Mu’minun; 12-13).

Sabda Rasulullah SAW :

“ Wahai Kaum wanita, apakah kamu tidak rela bila salah seorang diantara kamu  hamil dari hubungannya dengan suami sedangkan suaminya ridho padanya, lalu dia beroleh pahala seperti pahala orang yang berpuasa yang  aktif berjihad di jalan Allah. Apabila dia merasa sakit akan melahirkan, lalu penduduk langit dan bumi belum pernah melihat pahala yang disediakan buatnya, yang sangat menyenangkan pandangan mata. Dan ketika mereka melahirkan, kemudian keluar seteguk air susu dan anaknya menetek seteguk demi seteguk, lalu setiap tetes tegukan itu berpahala satu kebaikan. Dan jika dia tidak tidur semalaman maka mereka memperoleh pahala seperti pahala memerdekakan tujuh puluh budak di jalan Allah dengan penuh keikhlasan (HR.Daelami dan Ibnu Asakir) 

 

2.2.  Menyusui   
Wajib atas seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil, sebagaimana firman Allah yang artinya: Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (QS AI Baqarah: 233). Di  ayat lain Allah berfirman:Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. lbunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkanya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.(QS Al Ahqaf:15).

2.3.  Mendidik dan mengasihinya

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Peran Ibu terhadap anak-anaknya di rumah sebagai pendidik dan pengayom pertama  sebelum masuk pendidikan forma. Ibu sangat berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan segala potensi anak dan memberikan rasa aman untuk anak.
            Bahkan seorang penyair menggambarkan bahwa Ibu adalah sebuah sekolah, yang apabila engkau persiapkan (dengan baik), berarti engkau telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.
Ungkapan tersebut menunjukkan betapa besarnya peran seorang ibu dalam membentuk sebuah generasi yang kelak akan menentukan kualitas suatu bangsa.Ibu bagaikan wadah pendidikan yang mengajarkan dan mendidik berbagai macam ilmu dalam kehidupan anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang. Sebagai pendidik awal, ibulah yang pertama kali meletakkan fondasi dasar -terutama dalam aspek keimanan- kepada anak dalam proses pendewasaan mental dan pematangan jiwa. Sehingga sangat penting bagi seorang calon ibu untuk membekali diri dengan berbagai ilmu pendidikan anak. Oleh karena itu  Rasulullah menyuruh kaum laki-laki  untuk berusaha menikah dengan wanita shalihah yang berjiwa pendidik. Rasulullah bersabda :  “Pilihlah untuk meletakkan benih (keturunanmu) pada tempat yang baik (shalihah) (dari Aisyah diriwayatkan oleh Daruquthni). Rasulullah memuji wanita-wanita Quraisyi karena sifat mereka yang penyayang terhadap anak-anak dan perhatian terhadap suami mereka (Dari Abu Hurairah, diriwayatkan oleh Bukhari).
Berikut beberapa perkara yang wajib diperhatikan oleh ibu dalam mendidik anak-anaknya:

 

2.3.1.     Menanamkan Aqidah Yang Bersih

Menanamkan aqidah yang bersih, yang bersumber dari Kitab dan Sunnah yang shahih.Allah berfirman yang artinya: “Maka ketahuilah bahwa sesugguhnya tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah. (QS Muhammad: 19)

Rasulullah bersabda, yang artinya: Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas, dia berkata: Pada suatu hari aku membonceng di belakang Nabi, kemudian beliau berkata, ‘Wahai anak, Sesungguhnya aku mengajarimu beberapa kalimat, yaitu: jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapatiNya di hadapanmu. Apablla engkau meminta, maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau mohon pertolongan, maka mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu satu manfaat, niscaya mereka tidak akan dapat memberimu manfaat, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk memberimu satu bahaya, niscaya mereka tidak akan bisa membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.Pena-pena telah diangkat dan tinta telah kering.”

Dan dalam riwayat lain (Beliau berkata), “Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Perkenalkanlah dirimu kepada Allah ketika kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saat kesulitan. Ketahuilah, apa apa yang (ditakdirkan) luput darimu, (maka) tidak akan menimpamu. Dan apa-apa yang (ditakdirkan) menimpamu, ia tidak akan luput darimu. Ketahuilah, bahwa pertolongan ada bersama kesabaran, kelapangan ada bersama kesempitan, dan bersama kesusahan ada kemudahan.”

Seorang anak terlahir di atas fitrah, sebagaimana sabda Rasulullah maka sesuatu yang sedikit saja akan berpengaruh padanya. Dan wanita muslimah adalah orang yang harus bersegera menanamkan agama yang mudah ini, serta menanamkan kecintaan tehadap agama ini kepada anak-anaknya.

2.3.2.     Mengajari Anak Shalat
            Mengajarkan anak-anak shalat yaitu dalam hal-hal yang utamanya, wajib-wajibnya, waktunya, cara berwudhu dan dengan shalat dihadapan mereka. Demikian pula dengan pergi bersama mereka ke masjid, berdasarkan sabda Nabi dan hadits Sabrah, ; Perintahkanlah anak untuk shalat apabila mereka telah berumur tujuh tahun. Dan jika mereka telah berumur sepuluh tahun (tetapi tidak shalat), maka pukullah mereka.

2.3.3.     Menanamkan Kecintaan Kepada Allah dan RasulNya, dan Mendahulukan Keduanya
            Dari Anas dia berkata, Rasulullah bersabda,“Tidak sempurna imam seseorang diantara kalian sampai aku menjadi orang yang lebih dicintainya daripada bapaknya, anaknya dan seluruh manusia.”
         Dengan menanamkan kecintaan kepada Allah dan RasulNya di hati anak-anak akan mengantarkan mereka menyambut seruan Allah dan RasulNya. Dan ini menjadi motivasi dasar untuk seluruh yang mengikutinya.

 2.3.4.     Mengajarkan Al Qur’an dan Menyuruh Anak-Anak Menghafalkannya
            Ini merupakan masalah besar yang hanya akan didapatkan oleh orang yang secara sungguh-sungguh berusaha menghafal dan mengamalkannya.
            Hadits-hadits Nabi telah menunjukkan keutamaan itu semua. Diantaranya yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan dari Nabi beliau bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” 
            Para ibu pada masa kejayaan Islam, benar-benar memotivasi anak-anaknya untuk mendapatkan kebaikan, terlebih lagi dari Al Qur’an, sebagaimana mereka mengusahakan kebaikan bagi jiwa anak-anaknya

Begitu besarnya  peranan seorang ibu  bagi seorang anak, sehingga wajar  jika  Allah  memerintahkan manusia untuk berbakti kepada  ibunya khususnya dan orang tua pada umumnya.

 

Apakah keutamaan berbakti kepada orang tua ??

bersambung…

[umina_fatih]

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.