Ketika anak hilang percaya diri


CIMG0927

Wajahnya pucat, matanya nanar, mulutnya terdiam, pandangannya tertuju pada telunjuk-telunjuk yang terarah pada mukanya. Badannya dihentakkan, kepalanya di’degung’kan, kakinya ditendang, teriak yang memekakkan nyaring terdengar di telinganya. Mereka semua memaki, kata-kata kotor keluar dari mulut mereka. Entah kenapa, teman-teman sekolahnya berlaku seperti itu. Apa salah anak itu sehingga teman-temannya merasa punya hak untuk menghakimi, mencaci dan memaki.

Dia hanya sendirian, berhadapan dengan belasan temannya yang garang bagai singa yang kelaparan. Kulerai mereka. Terus terang aku emosi. Aku teriaki mereka, ini sudah keterlaluan.

Kemudian anak itu berjalan, menyusuri jalan kampung yang kering oleh matahari. Kepalanya menunduk ke bawah. Mencari… masih adakah cinta di bumi. Hatinya hancur, harga dirinya ambruk, tak ada lagi percaya diri.

Ya.. mungkin, mungkin saja hal itu bisa terobati. Jika ketika anak itu kembali, mereka disambut dengan senyum orang tuanya, didengar kisah pedihnya, dan dibelai dengan penuh kasih sayang, direngkuh dalam pelukan hangat ibunda, dipangku oleh genggaman kuat ayahanda, dan dibisikki kata bijaksana seorang orangtua .

Rumah adalah markas, rumah adalah barak. Di sanalah tempat menyusun kekuatan sebelum kembali berlaga di medan pertempuran. Tempat mengisi kembali batere yang habis dipakai seharian. Sehingga hati kembali berenergi, wajah kembali bercahaya, dan hidup akan terlihat begitu indahnya.

Ah… anak-anakku.
Aku sayang padamu.
About these ads

3 Tanggapan

  1. bagus! semoga menambah khazanah dalam mendidik anak.

  2. bagus!

  3. excellent…mengingatkan orang tua tentang bagaiman perjuangan anak diluar rumah…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.