ASI dan Hak bayi (Wujud cinta sesama)

ASI dan Hak bayi (Wujud cinta sesama)

oleh:  dr. Ariani

IDE : ASI ungkapan cinta Allah, cinta ibu, cinta ayah dan cinta sesama yang akan menghasilkan anak-anak yang penuh cinta sehingga dunia akan dihiasi dengan cinta

Setiap bayi mempunyai hak dasar atas makanan, kesehatan terbaik, interaksi psikologis terbaik untuk kebutuhan tumbuh kembang optimal. Para ahli gizi sepakat, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi dengan segudang manfaat dari berbagai aspek, tidak hanya untuk bayi tetapi juga untuk ibu. Sehingga mendapatkan ASI merupakan salah satu hak azasi bayi yang harus dipenuhi.

Hak anak adalah bagian dari hak azasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat dan Negara.

Hak tersebut mencakup :
1. Non diskriminasi
2. Kepentingan terbaik bagi anak
3. Hak kelangsungan hidup
4. Perkembangan dan penghargaan terhadap pendapat anak
(UU Perlindungan Anak Bab I pasal I No.12 danBab II pasal 2)

Untuk memdukung hal tersebut telah dikeluarkan berbagai pengakuan atau kesepakatan yang bersifat regional maupun global yang bertujuan melindungi, mempromosi, dan mendukung pembaruan ASI. Sehingga diharapkan setiap ibu di seluruh dunia dapat melaksanakan pemberian ASI dan setiap bayi diseluruh dunia memperoleh haknya mendapatkan ASI.

Legislasi Perlindungan yang telah dibuat untuk mewujudkan hal tersebut antara lain :
1. Convention on The Rights of The Child (CRC)
Convention on The Rights of The Child atau Konvensi Hak Anak yang melibatkan 19 Negara menyatakan bahwa hak anak untuk mendapat standar kesehatan tertinggi dapat terpenuhi bils pemerintah memastikan penyediaan makanan bergizi, dan orang tua serta anak memperoleh informasi yang cukup tentang nutrisi dan manfaat pemberian ASI. Konvensi ini diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1990 dan menjadi Undang-Undang RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

2. International Convenant on Economic, Social and Cultural Rights (ICESR) Perjanjian Internasional untuk Hak Azasi di bidang Ekonomi, Sosial dan Kebudayaan (1966) yang melibatkan 142 negara mengesahkan “hak untuk Pangan dan Kesehatan”. Langkah yang diambil untuk memenuhi kecukupan pangan adalah memelihara, menerima atau memperkuat penganekaragaman diet serta memperhatikan konsumsi dan pola pemberian makanan yang tepat termasuk ASI.

3. Convention on the elimination of all forms of discrimination against womens (CEDAW)
Konvesi eliminasi segala bentuk diskriminasi terhadap wanita (1979) yang melibatkan 165 negara menyatakan bahwa ibu seharusnya mendapat pelayanan yang sesuai berkaitan dengan kehamilan dan meyusui.

4. Innocenti Declaration
Deklarasi Innocenti (1990) dilaksanakan sebagai upaya untuk pencapaian ASI ekslusive pada 80% bayi usia 4 bulan.

5. Convention on Matermity Protection, International Labour Organization
Konvensi Perlindungan Maternal ILO menyatakan bahwa ibu bekerja seharusnya memperoleh cuti hamil minimal 12 minggu sebelum kembali bekerja. Sedangkan, pada konvensi tahun 2000, lama cuti hamil ditingkatkan menjadi 14 minggu.

6. Deklarasi lain : Konferensi Gizi Internasional (1992), Konferensi Kependudukan dan Pembangunan (1994), Konferensi Dunia tentang Wanita, Pertemuan Pangan Dunia ke 4 (1994).

Adalah hak setiap bayi untuk mendapat ASI. Begitu pula hak setiap ibu untuk menyusui bayinya. Sehingga berbagai legislasi diharapkan melindungi hak-hak ibu untuk menjamin keberhasilan menyusui.

Berkaitan dengan itu, berikut  hal yang kiranya perlu diperhatikan:
Ibu bekerja perlu upah selama cuti agar dapat menyusui secara ekslusif (ILO,1997). WHA dan UNICEF (2001) menganjurkan menyusui ekslusif selama 6 bulan. Selanjutnya setelah ibu kembali bekerja, ibu mendapat kesempatan menyusui dengan fasilitas untuk menyusui atau memeras ASI di tempat kerjanya. Dan ternyata hak menyusui dijamin dalam pasal 99 dan 101 Undang-undang ketenagakerjaan termasuk waktu ekstra menyusui/memerah di luar jam istirahat dan fasilitas atau ruang laktasi di kantor.

bersambung…

Referensi :

1. Alquran

2. Sunardi. Ayah Beri Aku ASI. Aqwamedika. Solo : 2008.

3.Ikatan dokter Anak Indonesia. Bedah ASI. Balai Penerbit FK UI. Jakarta : 2008

http://parentingislami.wordpress.com

Kanker Leher Rahim

Kanker Leher Rahim
kanker-serviksMungkin anda sudah tidak asing lagi dengan istilah di atas. Jenis kanker Kanker yang satu ini cukup terkenal bahkan menjadi momok yang menakutkan bagi kaum hawa.So, penting banget untuk semua wanita untuk mendapatkan informasi lebih dalam tentang yang satu ini.Ok,yuk kita gali lebih dalam lagi.

Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina).

Kanker leher rahim merupakan jenis penyakit kanker paling banyak kedua di dunia yang diderita wanita di atas usia 15 tahun. Sekitar 500.000 wanita di seluruh dunia didiagnosa menderita kanker leher rahim dan rata-rata 270.000 meninggal tiap tahunnya. Untuk Indonesia, kanker leher rahim merupakan jenis kanker paling banyak yang terjadi pada perempuan.

Tapi, menurut para ahli kanker, kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi?

Baca lebih lanjut

Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan Pengantar Bahasa Inggris

Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

dengan Pengantar Bahasa Inggris

 

Download: PAUD dengan Bahasa Inggris.pdf

 

Isu globalisasi saat ini menuntut sumberdaya manusia yang berkualitas dan mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa asing terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Keahlian berbahasa asing ini diperlukan untuk menguasai ilmu pengetahuan, memiliki pergaulan luas dan karir yang baik. Hal ini membuat semua orang dari berbagai kalangan termotivasi untuk mengusai Bahasa Inggris. 

Kecenderungan masyarakat akan penguasaan bahasa asing tersebut, membuat berbagai lembaga pendidikan saling berlomba membuat program yang memasukan Bahasa Inggris sebagai salah satu keahlian yang dikembangkan. Termasuk lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini berdasarkan asumsi bahwa anak lebih cepat belajar bahasa asing dari pada orang dewasa (Santrock, 313: 2007). Sebuah penelitian yang dilakukan Johnson dan Newport, 1991 (Santrock, 313:2007) menunjukan bahwa imigran asal Cina dan Korea yang mulai tinggal di Amerika pada usia 3 sampai 7 tahun kemampuan Bahasa Inggrisnya lebih baik dari pada anak yang lebih tua atau orang dewasa.

Baca lebih lanjut

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

Download : Makanan Pendamping ASI.pdf 

 

Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi/anak umur 0-24 bulan melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian makanan merupakan bagian yang dapat dipisahkan dari upaya perbaikan gizi secara menyeluruh.
Ketidaktahuan tentang cara pemberian makanan bayi dan anak, dan adanya kebiasaan yang merugikan kesehatan, secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab utama terjadinya masalah kurang gizi pada anak, khususnya pada umur dibawah 2 tahun (baduta).

Baca lebih lanjut

Mengelola Kelas PAUD yang Sehat (part 4 – tamat)

Penyakit yang perlu diwaspadai jika terjangkit pada anak, diantaranya adalah:

1. AIDS

AIDS adalah penyakit berbahaya yang disebabkan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Membiarkannya bisa mengakibatkan infeksi. Jumlah Anak yang terkena AIDS dari ibunya semakin meningkat. Mungkin pendidik tidak tahu ada anak di kelas yang terkena AIDS atau HIV. Anak mungkin tidak sadar mengidap penyakit tersebut. Karena banyak diskriminasi terhadap pengidap penyakit ini, banyak pemerintah yang melarang orang tua memberitahu pihak sekolah.

AIDS tidak menular melalui sentuhan kulit, gigitan, pelukan, ciuman atau berbagi kamar mandi atau air minum. Hal yang harus diperhatikan sekolah adalah jika ada anak yang mengidap HIV positif tertular penyakit dari anak lain yang akan berbahaya baginya. Anak penginap AIDS kesehatan fisiknya sangat lemah (Deiner, 1993. hal 224). Diskusikan dengan orang tua seberaba besar anda dapat membantu seperti anda akan melakukannya terhadap anak yang memiliki keterbatasan fisik.

2. Alergi dan Asma

Alergi adalah sensitifitas seseorang terhadap zat tertentu. Alergi merupakan penyakit yang paling sering diderita anak prasekolah, sekitar satu pertiga dari penyakit yang sering diderita anak prasekolah. Serbuk sari bunga, debu dan hewan bisa mengakibatkan alergi dengan gejala mirip flu. Jika anak menderita gejala tersebut, meskipun berhubungan dengan cuaca, hubungi keluarga dan tanyakan apakah anak memiliki alergi atau tidak (Deiner, 1993, hal.225). Dalam hal ini, kelas harus sering di sapu dan dibersihkan sehingga bebas dari debu. AC dan pemanas ruangan harus sering dibersihkan atau diganti.

Makanan umumnya bisa juga menjadi sumber alergi. Hampir 90% makanan penyebab alergi adalah makanan yang berasal dari kacang-kacangan, cokelat, buah masam, sereal dan produk berlemak, ikan, kerang-kerangan, susu, telur, minuman cola, beri, tomat, kayu manis, dan makanan berwarna (Deiner 1993). Jika anak bereaksi alergi setelah memakan makanan tersebut, hubungi orang tua atau ahli kesehatan.

Gigitan serangga juga bisa menjadi masalah serius untuk beberapa alergi pada anak-anak dan bisa menjadi fatal. Berkeringat dan panas di sekitar wajah dan leher diikuti susah bernafas harus direspon dengan cepat. Tanaman liar bisa menjadi tempat hidup lebah dan nyamuk yang menyebabkan masalah alergi pada anak. Pendidik harus memastikan reaksi apa yang biasanya di alami anak, apa yang bisa dilakukan dan apa efek samping dari obat yang diberikan (Deiner, 1993). Anak-anak terkadang memegang ulat berbulu yang bisa menyebabkan reaksi pada kulit seperti gatal atau ruam.

Asma diderita sekitar 2% dari jumlah populasi di Amerika dan awalnya sering pada anak usia dini, dengan prosentasi anak laki-laki lebih besar dua kali lipat dari anak perempuan. Asma disebabkan kerusakan tube brachial kecil yang menyebabkan susah bernafas, batuk, nafas terengah dan tercekik. Alergi adalah penyebab terbesar meskipun terlalu lelah juga dapat menyebabkan serangan. Asma lebih sering terjadi di pagi hari tanpa di duga yang mengakibatkan kepanikan anak dan orang di sekitarnya. Pendidik harus mengetahui bagaimana menolong anak menggunakan obat dari dokter atau inhaler dan pada saat tersebut disarankan anak duduk, tidak berbaring (Deiner, 1993).

Memainkan drama dramatis dapat menolong anak yang memiliki alergi atau asma untuk mengelola rasa takut mereka seperti halnya dengan anak yang takut pada dokter dan tembakan. Kelas bisa di set sebagai ruang gawat darurat misalnya dengan meja periksa palsu, mesin rongent, dan alat pernafasan. Anak memakai masker pura-puranya supaya tidak tertular (Goldberg, 1994). Guru bisa mengundang petugas medis untuk berbicara pada anak-anak. Permainan seperti itu diperlukan anak-anak yang bisa menolong mengatasi kekhawatiran mereka. Terluka, kecelakaan, dan orang jahat merupakan hal yang mengkhawatirkan bagi anak (Goldberg, 1994. hal. 35)

3. Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Meskipun bukan penyakit, ADHD merupakan ketidaknormalan yang bisa diderita 3% sampai 5% anak. Anak dengan ADHD biasanya sangat aktif, kurang memperhatikan, tidak dapat berkonsentrasi lama dalam mengerjakan tugas, dan impulsif ketika memberikan respon terhadap kejadian dan orang. Gejala ini pun sering diderita anak laki-laki dari pada perempuan (Landau & McAnich, 1993, hal 49).

Anak dengan kekurangan konsentrasi ini sulit untuk bisa diam di sekolah, sulit berbagi, menunggu sesuatu atau bekerjasama dengan orang lain. Mereka menunjukan gerakan dan vokalisasi yang ekstentif serta bisa berkelahi dan sangat pembangkang. Mengkonsumsi gula bukanlah sebagai penyebab kelainan ini sperti yang diperkirakan sebelumnya, bukan juga karena aktifitas menangis anak. (Landau & McAnich, 1993, hal 49).

Karena aktivitasnya yang berlebihan, respon yang impulsif dan ketidakmampuan memperhatikan juga merupakan hal yang biasa pada anak pra sekolah. Guru dan orang tua memerlukan ahli untuk mendiagnosa kelainan ini. Untuk beberapa anak, lingkungan yang sangat terstruktur juga bisa menyebabkan anak berprilaku hiperaktif. Biasanya anak berprilaku hiperaktif ketika usia pra sekolah.

Respon terbaik yang harus diberikan terhadap anak yang hiperaktif adalah menerima mereka sebagaimana adanya dan memperlihatkan penerimaan anda, mengatur prilaku mereka yang berlebih dalam keadaan yang terkendali dan menghargai mereka bahkan dalam hal kecil. Mereka sering tidak diterima teman sebaya yang bisa mengakibatkan rendahnya rasa percaya diri. Hargai usaha mereka dan ciptakan lingkungan yang bisa membuat mereka bebas bergerak dengan banyak aktivitas sehingga mereka bisa memilih yang mereka sukai.

Sangat penting untuk berdiskusi setiap hari dengan orang tua tentang bagaimana prilaku anak di rumah dan apa yang paling baik dilakukan di sekolah. Untuk beberapa anak dengan keterbatasan konsentrasi ini, lebih baik dimasukan dalam lingkungan sekolah yang tidak terlalu besar.

4. Pelecehan Anak

Anak yang dilecehkan adalah anak yang orang tuanya atau pengasuhnya memperlakukan tidak baik, diterlantarkan, atau secara sengaja disakiti. Sebagai guru, kita memiliki tanggung jawab untuk melaporkan kasus pelecehan anak. Pelecehan anak ini bisa secara fisik, emosional, verbal dan sexual sepertihalnya penelantaran secara fisik dan emosional. Pelecehan fisik biasanya lebih mudah di disadari karena dapat di lihat, tapi memungkinkan juga bagi guru untuk mengidentifikasi bentuk pelecehan lainnya.

Anak yang menderita pelecehan seksual dapat menderita luka yang berulang dan tidak di duga. Seperti luka bakar, memar, bilur atau tercabut rambut. Mereka mengeluh perlakuan kasar atau menjadi takut terhadap orang dewasa, termasuk orang tua. Terkadang mereka terlihat kurang gizi atau dehidrasi. Mereka menjadi menarik diri dari lingkungannya atau terkadang menjadi pengganggu. Anak yang terlantar secara fisik akan terlihat tidak bersih, bau badannya tidak enak atau memakai sepatu dan pakaian dengan ukuran salah. Meraka mungkin terancam penyakit. Mereka mungkin kelaparan atau lelah dan banyak menghabiskan waktu sendiri.

Anak yang terlecehkan atau terlantar secara emosional lebih sulit untuk diidentifikasi, tapi pada umumnya mereka tidak bahagia dan jarang tersenyum. Terkadang mereke menarik diri dari lingkungannya atau menjadi pembangkang. Sering mereka bereaksi tanpa emosi terhadap perkataan dan situasi yang tidak enak. Mereka terlihat apatis dan jarang berpartisipasi dalam aktivitas kelas.

Anak yang mendapatkan pelecehan sexual, pakaian dalamnya terkoyak atau ternoda. Mereka mengeluh rasa sakit atau gatal di daerah kemaluan atau kesulitan buang air kecil. Mereka juga jadi menarik diri atau bermasalah bergaul dengan anak orang lain.

Anak-anak tersebut membutuhkan pertolongan dalam dua hal. Pertama guru harus menerima mereka dan memperlakukan mereka sebagai anak yang berharga dan biarkan mereka mengetahuinya. Mereka memerlukan pengalaman kesuksesan dan bangga akan hal itu. Pada saat yang bersamaan, pelecehan harus dihentikan.

Hukum yang berlaku di Amerika Serikat memperbolehkan pembimbing anak melaporkan kasus pelecehan. Sebagian besar pemerintahan negara bagian AS menyediakan layanan Hot line 24 jam . Laporan telepon harus diikuti laporan tertulis dalam tenggak waktu 24 jam. Kemudian petugas akan mengontak Departemen Layanan Sosial setempat yang akan mengirim petugas untuk melakukan investigasi dan mengambil tindakan dengan keluarga yang terkait.
Jika guru mencurigai bahwa seorang anak menjadi korban pelecehan atau penelantaran, guru harus menghubungi atasannya atau ahli kesehatan untuk memeriksa keadaan. Guru juga harus mempertimbangkan kebijakan sekolah ketika melaporkan pelecehan anak. Jika tidak mengetahuinya, minta program layanan untuk menjabarkan berbagai kebijakan mengenai pelecehan dan penelantaran.

5. Infeksi Pendengaran

Infeksi telinga merupakan penyakit urutan kedua yang paling sering diderita anak. Penting bagi guru untuk mengetahui penyakit ini karena anak dengan infeksi telinga memiliki cairan dalam bagian tengah telinganya yang dapat menyebabkan tidak bisa mendengar selama seminggu atau kadang sebulan. Ketika hal tersebut terjadi lebih lama, anak dapat mengalami kesulitan belajar bahasa dan tidak bisa berkonsentrasi.

Guru dapat menolong mengurangi infeksi telinga dengan mencegah tersebarnya flu di kelas karena flu bisa menyebabkan infeksi telinga. Bantu anak yang menderita flu untuk menutup hidung dan mulut mereka ketika mereka batuk dan pastikan dia, anda dan semua anak mencuci tangan setelah menggunakan tisu. Bersihkan juga mainan, keran air atau alat lain yang biasa dipegang anak. Jika ada anak yang mengalami gangguan pendengaran, hubungi keluarga dan sarankan mereka untuk memeriksa telinga anak. Infeksi telinga biasanya diobati dengan antibiotik, tapi untuk infeksi permanen telinga anak juga biasanya dikeringkan dengan pipa.

Lingkungan kelas dapat juga membantu pendengaran anak jika guru berbicara dengan kata-kata yang mudah di tangkap anak. Karpet di lantai, gorden jendela dan hiasan dinding di tembok dapat menyerap suara. Lebih baik anak-anak memakai headset ketika mendengar musik dari pada menyetel musik di kelas. Memberi aktivitas kelompok kecil dari pada aktifitas kelas. Berdiri atau duduk dekat dengan anak ketika berbicara dan membuat kontak mata dengan mereka sehingga mereka bisa melihat gerakan bibir anda. Anak-anak dengan tipe penyakit pendengaran lainnya dapat terbantu jika orang yang berada disekitar bicaranya mudah di dengar.

6. Cacat Fisik dan Mental

Semakin banyak sekolah khusus untuk anak dengan keterbatasan fisik disatukan menjadi sekolah biasa. Anak dengan kawat gigi dan kursi roda, anak yang cacat, dan anak yang memiliki keterbelakangan mental, perkembangannya akan maksimal dalam program inklusi. Penelitian telah menemukan bahwa:
Anak dengan keterbatasan fisik dapat bermain dengan lebih baik pada kelas inklusif dengan anak normal daripada di kelas yang seragam. (Diamond, Hestenes & O’Corner, 1994 hal. 69)

Sedangkan anak yang tidak cacat tetap dapat berkembang baik. Mereka akan lebih menerima perbedaan, lebih nyaman bergaul dengan anak yang memiliki keterbatasan dan secara umum lebih penolong dengan sesamanya.

Bagaimana dengan masalah kebutuhan pemeriharaan kesehatan? Sebagai pendidik di kelas yang melibatkan anak berkebutuhan khusus, harus faham dengan kebutuhan khusus seperti obat-obatan atau diet khusus. Mereka mungkin akan lebih mudah sakit dari pada anak yang lain atau proses penyembuhan yang lebih atau memerlukan istirahat yang banyak. Dokter dan orang tua dapat membantu guru menentukan peralatan kesehatan lain yang diperlukan.

Di Amerika Serikat terdapat peraturan pemerintah yang mengatur bahwa guru, para ahli kesehatan dan kebutuhan khusus menyusun Layanan Perencanaan Keluarga (Family Service Plan) untuk memasyarakatkan perkembangan anak berkebutuhan khusus. Sangat penting berhubungan baik dengan orang tua sehingga pendidik tahu harapan mereka. Supaya anak berkebutuhan khusus bisa bergerak bebas di kelas, maka pendidik sebaiknya menyusun ulang furniture, jalan atau menyususn kegiatan yang bisa diikuti.
Dapatkah anak lain menerima temannya yang berkebutuhan khusus? Jika pendidik memperlakukan anak sama, maka anak pun akan mencontoh prilaku tersebut. Atau dengan cara menyediakan buku bacaan bergambar dengan tokoh utama anak berkebutuhan khusus.

[Endah, http://parentingislami.wordpress.com%5D

DAFTAR PUSTAKA

  • Beaty, Janice J (1996) Skills for Preschool Teachers, fifth edition, New Jersey: Pretice Hall
  • Decker, Celia A & Decker, Jhon R. (1988) Planning and Administering Early Childhood Programs, Ohio: Merril Oden, Serri (2003), the Development of Social Competence in Children, http://www.ericfacility.net/ericdigests/ed281610.html
  • Peterson, Candida (1996) looking forward through the Lifespan, third edition, Australia: Pretice Hall
  • Staff Ahli Bappenas (2006) Studi Kebijakan Pengembangan Anak Usia Dini yang Holistik dan Terintegrasi, Jakarta: BAPPENAS
  • Santrock, John (1994) Child Development, New York: McGrow
  • Yusuf, Syamsu LN (2002) Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
  • http://www.usaid.gov/our_work/global_health/mch/index.html

Mengelola Kelas PAUD yang Sehat (Part 3)

D. Menyediakan dan Menggunakan Benda-Benda yang Terjaga Kesehatan dan Kebersihannya

Kelas harus bersih dan memiliki sanitasi yang baik. Meskipun petugas kebersihan yang melakukannya, tapi pendidik harus mengawasinya. Penting untuk memastikan bahwa kebersihan kelas sepanjang hari. Lantai, meja dan tempat menyajikan makanan harus terjaga kebersihannya. Makanan harus di simpan dalam wadah yang baik. Penyebaran penyakit dapat dicegah dengan menjaga kebersihan dan sanitasi kelas. Untuk membersihkan mainan dan peralatan yang di sentuh anak, bisa dengan mencucinya dengan cairan pembersih dan air yang disediakan setiap hari. Ketika anak terinfeksi kuman, beritahu orang tuanya segera. Untuk memastikan ruangan kelas bersih dan sanitasinya baik, bisa mengunakan Ceklis Kebersihan Kelas setiap hari.

Penerangan, pemanas ruangan dan ventilasi harus dijaga pada kondisi yang sehat. Anak dan orang tua harus mendapatkan pemberitahuan mengenai jenis pakaian yang digunakan ke sekolah. Jika baju hangat cadangan dianggap perlu, pendidik harus menyiapkannya apabila anak tidak membawanya. Siapkan persediaan pakaian yang cukup jika sewaktu-waktu anak jatuh atau kecelakaan atau kehilangan baju. Pastikan mencucinya setelah digunakan.

Taman bermain outdoor juga harus bersih. Jika terdapat bak pasir, tutuplah sehingga hewan tidak bisa masuk ke dalamnya. Jika pendidik memiliki ayunan atau perosotan, pastikan yang permukaannya berlubang sehingga ketika hujan, tidak akan ada genangan air yang bisa menyebabkan berkembangbiaknya nyamuk.

Contoh Cek List Kebersihan Kamar

___ Lantai kelas dan kursi bersih

___ Area buku bersih

___ Permukaan meja dan rak bersih dan bebas kuman

­___Tempat sampah dilapisi pelastik sampah

___ Lantai kamar mandi bersih dan bebas kuman

___ Bak cuci piring dan toilet bersih dan bebas kuman

___ Makanan tersimpan dengan baik

___ Alat makan bersih dan tersimpan dengan baik

___ Sampah sudah di buang

___ Tersedia handuk

___ Tersedia tisu

___ Tersedia sabun cair

___ Tersedia gelas kertas

___ Tersedia sikat gigi tiap anak

___ Tersedia pasta gigi tiap anak

___ Mainan bersih dan bebas kuman

___ Binatang mainan bersih

___ Kotak dan kandang binatang bersih

___ Selimut, keset, pelpet, bersih

___ Air bak air sudah diganti

Di kelas pun harus tersedia persediaan tisu, handuk, gelas kertas dan sabun cair. Jika pendidik menggunakan seprei atau selimut untuk tidur siang, harus dinamai untuk setiap anak dan dicuci secara rutin. Untuk mencegah penyebaran kuman pastikan anak menggunakan seprei dan selimut milik mereka. Juga pastikan peralatan makan dicuci dengan baik dengan suhu yang cukup untuk membunuh bakteri dan simpan di tempat yang baik.

Menggosok gigi setelah makan adalah kebiasaan yang baik untuk anak. Setiap anak harus memiliki sikat gigi sendiri dan beri nama atau tanda sehingga mereka bisa mengenalinya. Juga namai tempat menyimpan sikat gigi mereka. Selain itu, menggunakan pasta gigi untuk setiap anak pun bisa mencegah penyebaran kuman. Pastikan anak menggosok gigi dengan benar setiap setelah makan.

E. Mengenali Prilaku atau Gejala Aneh yang Mengindikasikan Anak sakit atau akan Mengakibatkan Mereka Sakit

Terkadang anak bisa sakit tanpa di duga sebelumnya karena itu pendidik harus siap jika itu terjadi. Dalam hal ini, mengenali anak yang sakit sangat penting. Jika di sekolah tidak ada staf kesehatan, maka pendidik bisa membicarakan dengan orang tua untuk mencari alternatif perawat.

Kebijakan mengenai perawatan anak yang sakit perlu didiskusikan dengan staff dan dikomunikasikan dengan orang tua sehingga setiap orang faham dengan prosedurnya. Yang utama, pendidik harus memastikan anak terbebas dari tetanus, polio dan influenza tipe B.

Pendidik juga perlu mencek setiap anak ketika mereka datang. Beberapa gejala yang mungkin terlihat dari anak yang sakit adalah:

- Rasa sakit yang tidak biasa

- Kulit berbintik

- Mata merah

- Sakit perut

- Kelelahan yang tidak biasa

- Mual

- Diare

- Sakit kepala

- Nyeri

- Panas dingin

- Sakit tenggorokan

- Sakit telinga

- Memar

- Luka bakar

Perawat anak harus mengetahui informasi umum tentang tingkat keseriusan penyakit anak. Misalnya, anak dengan hidung bengkak, batuk, sakit kepala, atau sakit perut bisa dirawat di kelas jika ini adalah kebijakan pendidik. Tapi anak dengan gejala yang lebih parah, lebih baik dipulangkan atau dirawat. Lebi baik anak diisolasi dari anak lain dan dirawat.

Pendidik juga harus terbiasa dengan kebutuhan kesehatan anak. Apakah ada anak yang sedang dalam masa perawatan atau pengobatan? Apakah ada yang memiliki asma atau alergi? Bagaimana dengan keterbatasan fisik? Beberapa anak menjadi gampang terkena penyakit dari pada anak yang lainnya. Mau tidak mau, pendidik memiliki tanggungjawab untuk mengawasi kesehatan anak, terbiasa dengan mereka, berbicara dengan orang tua dan bersap-siap untuk merespon kebutuhan setiap anak.

Penyakit yang perlu diwaspadai jika terjangkit pada anak, diantaranya adalah:

bersambung…

[Endah, http://parentingislami.wordpress.com%5D

Mengelola Kelas PAUD yang Sehat (part 2)

2. Istirahat

Anak yang sehat seperti mesin yang terus bergerak. Sulit untuk menyuruh mereka beristirahat. Karena itu, perlu disusun program belajar yang seimbang antara aktivitas aktif dan pasif. Pendidik perlu memastikan bahwa waktu istirahat masuk dalam program harian. Bukan berarti bahwa pendidik mengharuskan setiap anak duduk selama 15 menit setiap jam 10 pagi meskipun anak tidak butuh istirahat. Tapi, waktu istirahat harus menjadi natural, disesuaikan dengan olah raga. Jika tidak ada kegiatan yang melelahkan, tidak perlu ada waktu istirahat. Meskipun pendidik telah memasukan dalam jadwal, karena pendidik akan menghabiskan waktu untuk membuat mereka menghentikan aktivitas dan beristirahat. Tapi jika anak benar-benar lelah, mereka akan beristirahat dengan sendirinya.

Anak dengan keterbatasan fisik atau cacat bisa cepat lelah dari pada yang lainnya. Pembimbing harus mengenali situasi ini, sediakan tempat yang tenang untuk mereka, dan pastikan mereka beristirahat ketika mereka membutuhkannya. Beberapa program memiliki waktu istirahat sebelum waktu makan siang ketika anak berhenti belajar dan bermain dengan sendirinya karena kelelahan. Istirahat merupakan saat refreshing bagi anak yang telah beraktivitas penuh sepanjang pagi.

Jika program sekolah full-day, maka harus ada waktu tidur siang. Gunakan tempat tidur atau karpet di ruangan yang cukup luas. Jika pendidik menggunakan ruang kelas PAUD, sisakan ruangan untuk anak yang tidak tidur lagi dan matikan ruangan. Jika anak sudah tidur, pendidik dapat mengijinkan anak lain yang tidak tidur untuk tetap main tetapi tidak rebut.

Dalam menyusun waktu istirahat, pendidik dapat memasukan jadwal membaca cerita pada saat istirahat di mulai. Misalnya cerita Goodnight Moon (Brown 1947) yang menceritakan Bunny yang berusaha untuk tidur setelah ruangan menjadi gelap. Close Your Eyes (Marzolla, 1978) yang menceritakan seorang ayah yang berusaha menidurkan putri kecilnya dengan menyuruhnya membayangkan sesuatu ketika memejamkan mata.

3. Mencuci Tangan

Mencuci tangan adalah cara yang paling efektif mencegah tersebarnya penyakit dari pada cara lainnya. Anak harus belajar mencuci tangan sebelum makan, dari kamar kecil dan setelah menyentuh binatang. Memang anak akan melakukannya jika pendidik menyuruh dan menjadikannya tugas, tapi alangkah baiknya jika pendidik pun menjadi teladan dengan melakukannya juga. Mereka harus melihat pendidik melakukannya. Demonstrasikan dengan menggunakan sabun bagaimana mencuci tangan bagian atas dan belakangya, antara jari dan kuku jari. Kemudian bilas, keringkan dengan tisu dan buang tisunya ke tempat sampah. Pastikan pendidik mencuci tangan ketika tiba di sekolah, ketika mempersiapkan makanan, sebelum makan, setelah menolong anak ke toilet, dan terutama setelah membersihkan hidung anak. Semua staf kelas PAUD harus melakukan hal yang sama juga untuk mencegah tersebarnya kuman.

4. Makanan

Kurang gizi pada usia dini dapat mengganggu pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kecerdasan anak. Gizi merupakan dasar dari kesehatan dan perkembangan anak. Gizi yang baik mengindikasikan system kekebalan tubuh anak akan baik. Kualitas hidup individu salah satu indikatornya adalah mendapatkan asupan gizi yang baik.

Nutrition is an input to and foundation for health and development. Interaction of infection and malnutrition is well-documented. Better nutrition means stronger immune systems, less illness and better health. Healthy children learn better. Healthy people are stronger, are more productive and more able to create opportunities to gradually break the cycles of both poverty and hunger in a sustainable way. Better nutrition is a prime entry point to ending poverty and a milestone to achieving better quality of life. (WHO)

Anak harus difahamkan dengan makanan yang sehat sejak dini. Mereka belajar bukan karena mendengar kata-kata kita, tapi dengan mengamati langsung makanan yang disediakan di kelas PAUD. Jika anda ingin anak menyukai buah-buahan dan sayuran, rencanakanlah kegiatan yang menyenangkan tentang buah dan sayur. Bicara pada orang tua untuk membawa buah dan sayur dari pada kue pada saat ulang tahun atau ketika mempersiapkan bekal untuk anak.

Misalnya dengan membawa “Banana Surprice” atau “Frozen Fruit Slush” untuk perayaan ulang tahun. Anak-anak akan sangat senang dengan mempersiapkan dan memakannya. Ketika mempersiapkan makanan, anak-anak akan belajar menekan, memotong, menabur dan menggulung.

Decker & Decker (1988) menyatakan bahwa seorang guru dituntut untuk bisa mengemas waktu makan sebagai hal yang menyenangkan. Cara yang bisa dilakukan guru dalam hal ini adalah sebagai berikut:

o Sajikan makanan dalam jumlah kecil karena makanan dengan porsi yang besar akan membuat anak kekenyangan.

o Ketika memperkenalkan makanan baru, sajikan dalam porsi kecil

o Tidak menyajikan makanan yang sama dalam waktu yang berdekatan karena nak suka makanan yang bervariasi.

o Memahami latar belakang budaya anak dan menyesuakan makanan yang disajikan

o Perhatikan jemis ,akamam yamg disukai dan tidak disukai anak

o Cara penyajian makanan yang menarik

o Ciptakan suasana yang menyenangkan salah satunya dengan menata ruangan yang menarik, memulai acara makan dengan menyanyi

Selain itu, menurut Decker & Decker (1988) tugas seorang guru dalam hal pemenukan kebutuhan gizi anak adalah; (1) merencanakan layanan makanan, (2) mengidentifikasi masalah nutrisi anak, (3) pemeriksaan oleh petugas kesehatan, (4) mengimplementasikan pendidikan tentang nutrisi pada anak-anak, (5) memasukan tema makanan dalam kegiatan pembelajaran, dan (6) membimbing orang tua untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

5. Tes dan Pemeriksaan Kesehatan

Meskipun guru kelas PAUD tidak memiliki wewenang melakukan tes dan pemeriksaan kesehatan anak, tapi guru bisa ikut membantu dokter. Guru dan dokter perlu bekerjasama dalam merencanakan dan memandu kelas sehingga anak tidak menjadi cemas.

Sebelum pemeriksaan mata misalnya, biarkan anak memegang kartu dengan mata di tutup sebelah dan membaca huruf di tabel mata. Kemudian mereka dapat melakukan hal yang sama pada boneka ketika bermain peran. Sebelum pemeriksaan telinga, dokter menjelaskan apa yang akan dilakukannya pada anak. Perawat dapat menjelaskan dengan model telinga palsu. Dan anak bisa pura-pura memeriksanya seperti dokter.

6. Prilaku Sehat Lainnya

Guru adalah teladan bagi anak. Pastikan bahwa pendidik pun melakukan pola hidup sehat. Jika pendidik ingin anak memakan semua makanan yang disediakan, maka pendidik pun harus melakukannya. Jika pendidik merokok, lakukan di tempat tertutup jauh dari anak. Jika pendidik ingin anak berhenti menggigit kukunya, pastikan pendidik pun tidak mengigit kuku pendidik.

bersambung…

[Endah, http://parentingislami.wordpress.com%5D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.