Aspek Perkembangan Motorik dan Keterhubungannya dengan Aspek Fisik dan Intelektual Anak (tamat)


Aspek Perkembangan Motorik dan Keterhubungannya dengan Aspek Fisik dan Intelektual Anak (part 3 – tamat)

Download : Kecerdasan Motorik Anak (3 – tamat).pdf

Sambungan dari bagian kedua

foto025C. Deskripsi Perkembangan Motorik Usia 3-5 tahun

Tim penulis CRI (1997) menjelaskan bahwa anak usia 3 tahun memiliki kekuatan fisik yang mulai berkembang, tapi rentang konsentrasinya pendek, cenderung berpindah-pindah dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Meskipun memiliki rentang konsentrasi yang relatif pendek, mereka menjadi ahli pemecah masalah dan dapat memusatkan perhatian untuk suatu periode yang cukup lama jika topik yang diajarkan menarik bagi mereka. Permainan mereka bersifat sosial dan sekaligus pararel. Pada usia ini, anak mengembangkan keterampilan motorik kasar dan melakukan gerakan fisik yang sangat aktif. Energi mereka seolah-olah tiada habisnnya.

Pada usia 5 tahun, rentang konsentrasi anak menjadi agak lama. Kemampuan mereka untuk berfikir dan memecahkan masalah juga semakin berkembang. Anak dapat memusatkan diri pada tugas-tugas dan berusaha untuk memenuhi standar mereka sendiri. Secara fisik, pada usia ini fisik anak sangat lentur dan tertarik pada senam dan olah raga yang teratur. Mereka mengembangkan kemampuan motorik yang lebih baik. Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dilakukan. Secara terperinci, deskripsi perkembangan fisik anak usia 3-5 tahun adalah sebagai berikut.

Tahap Perkembangan Motorik Anak

Usia

Tahap Perkembangan

Tiga tahun

  • Berdiri di atas salah satu kaki selama 5-10 detik
  • Berdiri di atas kaki lainnya selama beberapa saat
  • Menaiki dan menuruni tangga, dengan berganti-ganti dan berpeganngan pada peganngan tangga
  • Berlari berputar-putar tanpa kendala
  • Melompat ke depan dengan dua kaki 4 kali
  • Melompat dengan salah satu kaki 5 kali
  • Melompat dengan sebelah kaki lainnya dalam satu lompatan
  • Menendang bola ke belakang dan ke depan dengan mengayunkan kaki
  • Menangkap bola yang melambung dengan mendekapnya ke dada
  • Mendorong, menarik dan mengendarai mainan beroda atau sepeda roda tiga
  • Mempergunakan papan luncur tanpa bantuan
  • Membangun menara yang terdiri dari 9 atau 10 kotak
  • Menjiplak garis vertical, horizontal dan silang
  • Menjiplak lingkaran
  • Mempergunakan kedua tangan untuk mengerjakan tugas.
  • Memegang kertas dengan satu tangan dan memepergunakan gunting untuk memotong selembar kertas berukuran 5 inci persegi menjadi dua bagian.

Empat tahun

  • Berdiri di atas satu kaki selama 10 detik
  • Berjalan maju dalam satu garis lurus dengan tumit dan ibu jari sejauh 6 kaki
  • Berjalan mundur dengan ibu jari ke tumit
  • Lomba lari
  • Melompat ke depan 10 kali
  • Melompat kebelakang sekali
  • Bersalto/ berguling ke depan
  • Menendang secara terkoordinasi ke belakang dank e depan dengan kaki terayun dan tangan mengayun kea rah berlawanan secara bersamaan.
  • Dengan dua tangan menangkap bola yang dilemparkan dari jarak 3 kaki
  • Melempar bola kecil dengan kedua tangan ke pada seseorang yang berjarak 4-6 kaki darinya
  • Membangun menara setinggi 11 kotak
  • Menggambar sesuatu yang berarti bagi anak tersebut. Dapat dikenali orang lain
  • Mempergunakan gerakan-gerakan jemari selama permainan jari
  • Menjiplak gambar kotak
  • Menulis beberapa huruf

Lima tahun

  • Berdiri di atas kaki yang lainnya selama 10 detik
  • Berjalan di atas besi keseimbangan ke depan, ke belakang dan ke samping
  • Melompat ke belakang dengan dua kali berturut-turut
  • Melompat dua meter dengan salah satu kaki
  • Mengambil satu atau dua langkah yang teratur sebelum menendang bola
  • Menangkap bola tennis dengan kedua tangan
  • Melempar bola dengan memutar badan dan melangkah ke depan
  • Mengayun tanpa bantuan
  • Menangkap dengan mantap
  • Menulis nama depan
  • Membangun menara setinggi 12 kotak
  • Mewarnai dengan garis-garis
  • Memegang pensil dengan benar antara ibu jari dan 2 jari
  • Menggambar orang beserta rambut dan hidung
  • Menjiplak persegi panjang dan segi tiga
  • Memotong bentuk-bentuk sederhana.

Diadaptasi dari CRI (1997)

Perkembangan motorik anak bisa di pantau dengan melakukan suatu tes. Tes yang umum dilakukan untuk memantau perkembangan motorik adalah tes Denver. Tes ini membagi perkembangan anak jadi empat, yaitu perkembangan personal sosial, perkembangan bahasa, serta perkembangan motorik kasar dan motorik halus adaptif. Perkembangan bayi akan diamati setiap 1 bulan sekali. Sedangkan balita, atau tepatnya setelah anak menginjak usia 2 tahun ke atas, cukup 3 bulan sekali. Tes Denver merupakan checklist untuk mempermudah pemantauan akan perkembangan anak, apakah anak sesuai dengan perkembangan usianya saat itu atau tidak.

D. KESIMPULAN DAN SARAN

Motorik anak perlu dilatih agar dapat berkembang dengan baik. Perkembangan motorik anak berhubungan erat dengan kondisi fisik dan intelektual anak. Faktor gizi, pola pengasuhan anak, dan lingkungan ikut berperan dalam perkembangan motorik anak. Perkembangan motorik anak berlangsung secara bertahap tapi memiliki alur kecepatan perkembangan yang berbeda pada setiap anak.

Pada umumnya anak usia 3 sampai 4 tahun memiliki kekuatan fisik yang mulai berkembang, tapi rentang konsentrasinya pendek, cenderung berpindah-pindah dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Sedangkan pada usia 5 tahun Secara fisik, pada usia ini fisik anak sangat lentur dan tertarik pada senam dan olah raga yang teratur. Mereka mengembangkan kemampuan motorik yang lebih baik. Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dilakukan

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menstimulasi perkembangan motorik anak adalah sebagai berikut:

  • Memberikan kesempatan belajar anak untuk mempelajari kemampuan motoriknya, agar ia tak mengalami kelambatan perkembangan.
  • Memberikan kesempatan mencoba seluas-luasnya agar ia bisa menguasai kemampuan motoriknya.
  • Memberikan contoh yang baik, karena mempelajari dan mengembangkan kemampuan motoriknya lewat cara meniru, si kecil perlu mendapat contoh (model) yang tepat dan baik.
  • Memberikan bimbingan karena meniru tanpa bimbingan tak akan mendapatkan hasil optimal. Ini penting agar ia mengenali kesalahannya.
  • Penggunaan KMS (Kartu Menuju Sehat) yang bisa memantau perkembangan motorik anak secara praktis, untuk melihat apakah anak berkembang sesuai dengan tahapannya atau tidak.

[Endah, https://parentingislami.wordpress.com]

DAFTAR PUSTAKA

CRI Team, Pembelajaran Berpusat pada Anak, Washington: CRI

Petterson, Candida (1996) Looking forward through the Lifespan, Australia: Prentice Hall

Santrock, John (2007) Child Development, New York: McGrow

Yusuf, Syamsu LN (2002) Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: PT Remaja Rosdakarya

http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg05719.html

http://www.tempo.co.id/medika/arsip/012001/art-2.htm

http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=549

http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=7202

http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=5496

 

 

 

11 Tanggapan

  1. kalau bisa tidak hanya artikel perkembangan motorik tapi ada juga ada perkembangan psikologis

  2. Alhamdulillah, terima kasih masukannya Pa Irwan.

    Insyaalloh sudah masuk dalam rencana. Mudah-mudahan bisa segera kami muat.

  3. sangat salut Bos ! semangat terus. Paud Al Ikhlash telp. (031) 3942343

    Parenting Islami : Sama-sama, salam untuk PAUD Al-Ikhlash Gresik. Semoga sukses.

  4. makasih makalahnya. bisa saya copy tuk tugas

    g’ papa kan
    sekali lg makasih

    Kalau sebagai referensi tentunya tidak masalah.
    Sama-sama. Semoga bermanfaat.

  5. trimakasih atas artikelnya.. bisa buat ngerjain tugas…

  6. assalamualaykum

    ijin copas ya.
    syukron

  7. Anak saya, perempuan 17 bulan kok belum bisa jalan. Secara fisik saya melihatnya normal-normal saja sama seperti kakaknya yang pertama. Mohon infonya. Terima kasih.

  8. terima kasih artikelnya, bisa buat tmbah refrensi tugas. kalau perkembangn kognitif dan perkembangan linguistik anak usia dini ada nggak?

  9. Assalamualaikum wr wb

    Ibu yang shaleha, setiap anak itu unik, memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri yang berbeda dengan anak lain. idealnya memang anak sudah bisa mulai berjalan di usia 12 bulan. tapi itu adalah keidealan dan bersifar average/rata-rata.
    jadi ibu tidak perlu khawatir, mungkin permata hati ibu punya kelebihan disisi lain.
    Yang perlu ibu lakukan adalah menstimulasi kemampuan berjalannya secara kontinyu.
    Misalnya dengan cara:
    1. latihan berjalan dengan berpegangan tangan pada orang dewasa/ kursi secara rutin.
    2. Disarankan tidak menggunakan baby walker karena justru akan membuat anak malas berjalan.
    3. Latihan berjalan di tempat yang anak senangi.
    4. Memberikan pujian ketika anak bisa melangkah meski hanya satu langkah.
    5. Jangan memaksa anak jika dia sudah lelah karena akan mengakibatkan dia frustasi dan akhirnya tidak mau belajar berjalan lagi.

    setelah ikhtiar, tentu saja kita sertakan doa dalam setiap shalat kita, karena Allah-lah yang Maha Berkehendak.

    Selamat mencoba, semoga malaikat kecilnya segera bisa berjalan.
    Wasalamualaikum.

  10. Wa’alaikumussakam wrwb

    Terima kasih sekali atas sharingnya.
    semoga bisa bermanfaat bagi semua.

    Parenting Islami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: