IBUNDA PARA MUJAHID (Part 2)


Ibunda Urwah bin Zubair 

Siapakah Urwah bin Zubair ?

Nasabnya

            Nama lengkapnya adalah Urwah bin Zubair bin Awwam al-Quraisyi al- Asadi al-madani. Lahir 23 Hijriyah. Lahir dari  rahim seorang shahabiah bernama Asma’ binti abu bakar. Ayahnya bernama Zubair bin Awwam, Salah satu dari  sepuluh orang yang  mendapat kabar gembira dijamin masuk syurga.Kakeknya Abu bakar as-Shidiq sahabat Rasulullah sekaligus khalifah yang pertama.

Keutamaan pribadinya

Urwah adalah sosok tabi’in  yang amat dalam ilmunya, penyantun dan zuhud terhadap dunia. Beliau termasuk  salah satu dari tujuh fuqaha Madinah yang menjadi penasehat pribadi Umar bin Abdul Aziz tatkaka menjabat sebagai gubernur Madinah. Urwah bin Zubair  termasuk salah seorang  hafizh dan faqih. Ia menghafal hadist dari ayahnya. Ia amat  rajin shaum, bahkan tatkala ajal menjemputnya ia dalam keadaan shaum. Ia mengkhatamkan seperempat al-Qur’an setiap harinnya. Ia selalu bangun malam dan tak pernah meninggalkannya kecuali sekali saja, yaitu malam ketika kakinya diamputasi.

            Atas takdir Allah kakinya terserang kanker kulit. Penyakit itu menjalar dari kaki sampai betis. Sehingga sedikit demi sedikit kakinya mulai membusuk. Para tabib kewalahan, mereka khawatir penyakitnya akan menjalar ke seluruh tubuhnya, sehingga memutuskan mengamputasi kakinya. Mereka menawarkan kepadanya agar mau meminum khamar supaya tidak kesakitan ketika ampurasi dilakukan. Namun apa jawabnya :

”Tak pantas rasanya  aku menenggak barang haram sambil mengharap kesembuhan dari Allah.”

”Kalau begitu, kami akan memberimu obat bius,” kata para tabib 

”Aku tak ingin salah satu anggota anggota badanku diambil  tanpa terasa sedikitpun, aku justru berharap pahala yang besar dari rasa sakit sedikitpun, aku justru berharap pahala yang besar dari rasa sakit itu, ” tukas Urwah.

            Dalam riwarat lain disebutkan bahwa Urwah akhirnya berkata pada tabib ”Jika memang tak ada cara lain, maka baiklah, aku akan  shalat, dan silahkan tuan-tuan mengamputasi kakiku ketika itu!” jawabnya dengan penuh keyakinan.

            Akhirnya proses amputasi pun dilakukan. Mereka memotong kakinya pada bagian lutut, sedangkan Urwah diam dan tak merintih sedikitpun ketika itu. Ia benar-benar tersibukkan dengan shalatnya.

            Cobaan   tak berhenti sampai di sini. Bahkan diriwayatkan bahwa pada malam kakinya diamputasi itu, salah satu anak kesayanggannya yang bernama Muhammad wafat karena jatuh terpeleset dari atap rumah. Beliau justru memanjatkan pujian kepada Allah SWT, ”Segala puji bagi bagi-Mu, ya Allah, mereka adalah tujuh bersaudara yang satu diantaranya telah Kau ambil, namun Engkau masih menyisakan enam bagiku.  Sebelumnya aku juga memiliki empat anggota badan, lalu Kau ambil satu daripadanya, dan Kau sisakan yang tiga bagiku. Meski engkau telah mengambilnya, namun Engkau jualah pemberinya, dan meski Engkau mengujiku, namun engkau jualah yang selama ini memberiku kesehatan. Alangkah tabahnya beliau.

Siapapakah ibunya?

             Beliau adalah  Asma binti Abubakar ra.

Putera Pemilk dua ikat pinggang

            Ketika itu Abu Bakar sedang berkemas mempersiapkan segalanya untuk hijrah bersama kekasihnya, Rasulullah SAW. Rasulullah dengan menyamar datang ke rumahnya, menyampaikan berita bahwa perintah hijrah telah datang dan meminta Abu bakar untuk menemaninya. Maka segeralah keluarga Abu bakar menyiapkan segala keperluan mereka. Mereka siapkan bekal dalam sebuah kantong, namun tak punya  tali untuk mengikatnya. maka Asma’ membelah ikat pinggangnya menjadi dua. Sehelai ia pakai, dan satunya untuk mengikat kantong yang akan digendongnya. maka sejak itulah ia disebut Dzatun Nithaqain ( pemilik dua ikat pinggang).

            Kemudian ayahnya  berangkat bersma Rasulullah ke Gua Tsur. Mereka bermalam di sana selama  tiga malam, selama itu pula Asma bolak-balik melintasi gurun pasir untuk mengantarkan bekal bagi mereka. Padahal saat itu dia dalam keadaan hamil!

            Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Asma’ adalah orang yang ke delapan belas yang masuk Islam di Mekkah, Ia hijrah ke Madinah dalam keadaan hamil sembilan bulan. setibanya di madinah Ia menjadi muhajir pertama yang  melahirkan anaknya di madinah, Abdullah bin Zubair. 

Ketabahan Asma’

            Ketika  Rasulullah  ayahnya hendak pergi berhijrah, abu bakar membawa seluruh hartanya dan tidak meninggalkan sepeserpun untuk anak-anaknya.. Lalu datanglah kakeknya  yang sudah buta dan menanyakan harta yang ditinggalkan untuk cucu-cucunya. Lau asma, mengambil beberapa batu dan ia simpan di tempat ayahnya biasa menyimpan uang, setelah itu ia tutupi dengan kain dan dipegangnya tangan sang kakek dan diletakkan di atas kain tadi. ”Inilah  yang ayah tinggalkan untuk kami, katanya. Sang kakekpun merasa tenang.  

            Zubair menikahi  asma dalam keadaan tidak memiliki harta apapun kecuali seekor kuda. Asma lah yang mengurusnya,  memberi makanan , mengairi pohon kurma, mencari air dan mengadon roti. Bahkan dia sering membawa kurma sendiri dengan mengusung di atas kepala, padahal jarak kerbun kurma ke rumahnya sekitar 2 kilometer.

Keberanian Asma’

            Ketika masih belia , Asma pernah diancam oleh Abu Jahal untuk memberitahukan tempat persembunyian ayahnya dan Rasulullah, namun beliau bersikukuh bungkam, dan akhinya  ditampar berkali-kali   hingga anting-antingnya terjatuh.

Beliau menyertai pasukan muslimin dalam  perang Yarmuk dan berperang sebagaiman layaknya pejuang.   Tatkala banyak pencuri menyusup kota madinah di masa pemerintahan Sa’d bin ash beliau mengambil sebilah kelewang yang beliau letakkan di sikunya untuk menghadapi para pencuri

Dia juga mendorong anaknya untuk menghadapi tentara Hajjaj yang mengepung kota Mekah, dikala usianya sudah menjelang 100 tahun. 

Kedermawanan Asma’ 

            Fathimah binti Mundzir mengatakan, ”Pernah suatu ketika Asma menderita sakit, maka ia memerdekakan semua budak yang dimilikinya.

            Muhammad bin Munkadir menceritakan  bahwa ”Asma’ adalah wanita yang penyantun. Zubair bin Awwam sendiri mengatakan, ”Aku tidak pernah melihat wanita yang lebih penyantun  daripada Aisyah dan Asma’, namun sifat santun mereka sedikit berbeda. Kalau Aisyah , maka ia mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit, baru setelah terkumpul ia bagi-bagikan. Sdangkan asma, tak pernah menyimpan sesuatu untuk esok hari. Pesannya kepada putra-putri dan sanak familinya : ”Berinfaklah kalian,  bersedekahlah, dan janganlah kalian menangguhkan cadangan,”

Dikaruniai umur yang panjang

            Asma merupakan wanita muhajirah yang terakhir kali wafat. Beliau wafat dalam usia 100 tahun dalamkeadaan sehat, tidak ada satupun gigi beliau yang telah tanggal, akalnya masih jernih dan belum pikun.

Referensi :

  1. Al-Istambuli, Mahmud Mahdi dan As-syalbi mustafa Abu Nasr. Wanita-wanita Sholihah dalam Cahaya Kenabian.Mitra Pustaka. Yogyakarta ; 2002
  2. Mahmud Mahdi Al-Istambuli, Mustafa Abu nash Asy-Syalabi. Wanita-wanita teladan di Masa Rasulullah. At-Tibyan. Solo
  3. Sufyan bin Fuad  Baswedan. Ibunda para Ulama. WAFA Press.Klaten ;2006

2 Tanggapan

  1. Saya sebagai salah satu ibu perempuan yang sangat minat pada dunia pendidikan anak. Kebetulan saya sebagai Ketua Yayasan Cahaya Dina di Banyuwangi-Jatim yang memiliki lembaga pendidikan anak. Bahkan sejak satu tahun ini lembaga kami telah mengembangkan usaha produksi APE dengan melakukan pemberdayaan pada generasi muda penganggur guna memanfaatkan limbah kayu. Alhamdulillah kini mulai merangkak… Karenanya kami sangat membutuhkan banyak referensi terkait pendidikan anak. Dan adanya situs ini sangat bermanfaat bagi kami. Karenanya perkenankanlah kami menyambung tali silaturrahim…
    Akan sangat kami hargai jika berkenan mengirimi kami artikel atau referensi apapun sebagaimana termaksud melalui email kami. Maturnuwun..

  2. Salam kenal juga dari kami. Semoga silaturrahim bisa tetap terjaga. Semoga usaha yang dilakukan oleh Ibu dan kawan-kawan diberikan kelancaran oleh Allah SWT. Untuk sementara, semua artikel kami muat di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: