Keberhasilan Menyusui Diawali Dari Menit-Menit Pertama Kelahiran


Dr.Kharisma Perdani K*

Kesulitan memberikan ASI memang kerap ditemui para ibu-ibu muda kita. Beberapa ibu muda akhirnya banyak yang sulit untuk memberikan ASinya. Beberapa dari mereka akhirnya sama sekali tidak dapat mengeluarkan ASI untuk buah hatinya. Padahal hal ini dapat diatasi sendari awal melahirkan. Terutama bila dilakukan tindakan inisasi dini menyusui sejak menit-menit pertama kelahiran anak tersebut.

Inisiasi Dini Sebuah Solusi
Inisiasi menyusu dini adalah proses mengawali menyusu sejak dini yakni pada menit-menit pertama kelahiran si jabang bayi. Beberapa langkah inisiasi dini yakni menempelkan bayi yang baru lahir yang hanya dikeringkan sebentar kemudian ditempelkan pada dada ibunya ( skin contac ), kemudian bayi dibiarkan sendiri untuk mencari puting susu ibu, kemudian berusaha menghisap air susu ibunya tersebut.
Proses yang sebenarnya cukup sederhana ini ternyata memberikan manfaat yang cukup besar baik untuk si ibu maupun bayinya sendiri. Bagi si ibu, rasa tenang serta bahagia akan menyelimuti dirinya, yang tanpa disadari perasan tersebut akan membantunya untuk mengelurkan hormon oksitosin yang berperan menyebabkan rahim berkontraksi, sehingga membantu mengurangi perdarahan dan mengeluarkan plasenta. Selain itu sentuhan tadi juga membuat hormon-hormon lain keluar untuk membantu pengeluaran ASI serta meningkatkan ambang rasa nyeri.

Bagi bayi, proses ini akan melatih instingnya untuk mencari sendiri puting ibunya. serta jilatan pada kulit dada ibu ternyata membentuk imunitas ( daya kekebalan tubuh ) karena pada kulit dada ibu terdapat kuman yang akan tertelan bayi dan ini bermanfaat untuk melawan kuman dalam usus bayi. Rasa dingin yang biasa dikhawatirkan, sebenarnya dapat diantisipasi dengan memberikan selimut diatas punggung bayi. Walaupun suhu tubuh ibu nantinya akan memstabilkan suhu bayi secara otomatis. Karena suhu tubuh ibu lebih tinggi satu derajat dibandingkan dengan suhu bayinya, namun bila bayi merasa panas maka suhu ibu akan turun satu derajat pula.

Dr.Utami Roesli SpA MBA IBCLC pakar ASI dari Sentra Laktasi Indonesia pernah mengatakan bahwa dalam 30 menit pertama, bayi istirahat dalam keadan siaga, sesekali melihat ibunya, beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan,40 menit pertama bayi mulai mengelurkan suara, membuat gerakan mengisap dan memasukkan tangan ke mulut.

Proses diatas akhirnya memudahkan bayi serta ibu untuk mensukseskan program menyusu yang diharapkan dapat memberikan ASI ekslusif . Ini tentunya menjadi sebuah rangkain indah, karena proses menyusu ini membutuhkan satu ikatan emosional yang kuat antara ibu serta bayinya tersebut. Emosi ibu pun harus tenang untuk dapat mengelurkan ASInya tersebut. Pemisahan ibu dan bayi dalam jangka waktu tertentu malah dapat berakibat bayi tidak dapat menyusu.

Dari sebuah penelitian Dr.Lennart Righard ( Departement of Pediatrics, University of Land, Malmo General Hospital Swedia, pada dasarnya bayi dapat menyusu sendiri sejak lahir. Bahkan sebuah penelitian di Ghanapada 2006 terhadap 10947 bayi, bayi yang mulai menyusu pada hari pertama sebanyak 16% dapat terselamatkan dari kematian, dan angka ini meningkat menjadi 22% bagi bayi yang sudah disusukan pada 1 jam pertama kelahirannya.

Bayangkan hal ini bila diterapkan di Indonesia tentunya angka kematian bayi akan menurun mengingat Direktur Eksekutif UNICEF, Ann M Veneman pernah mengatakan pula, bahwa lebih dari sepertiga kematian anak terjadi pada bulan-bulan pertama kehidupannya, pemberian ASI sejak dini serta makanan bergizi akan melindungi bayi terhadap penyakit yang mematikan.

Kendala Inisiasi Dini
Walaupun proses sederhana ini bermanfaat, seringkali kendala teknis di lapangan menjadi kendala bagi ibu-ibu muda yang ingin memberikan inisiasi menyusu dini pada bayinya. Kendala tersebutnya agaknya perlu diantisipasi sejak awal, bahkan mengsosialisasikan metode ini perlu diberitahukan kepada suami, keluarga atau bahkan tim medis yang nantinya akan membantu persalinan si ibu. Mengingat belum banyak tempat bersalin yang menerapkan metode ini.Kekhawatiran seperti bayi menjadi kedinginan atau ASI belum keluar pada hari pertama hingga pemberian susu formula perlu dijelasan sejak awal.

Suami atau keluarga perlu mendampingi pada proses persalinan ibu agar ibu tenang serta percaya diri. Saat lahir bayi di keringkan seperlunya tanpa menghilangkan lemak yang menyelimuti tubuh bayi, kemudian tengkurapkan bayi pada dada ibu, tunda prosedur yang invasive seperti tetes mata atau menyuntik, kemudian rawat gabung ibu dan bayi adalah langkah-langkah singkat saat ingin berupaya menerapkan inisiasi menyusu dini di tempat bersalin.

Inisiasi menyusu dini ini perlu segera disosialisasikan kepada masyarakat kita agar masalah memberikan ASI pada prolog diatas tidak akan terulang kembali pada diri ibu-ibu muda kita.
Semoga…

https://parentingislami.wordpress.com

*Redaktur Parenting Islami dan Public Relation WISE ( Women’s Initiative for Society Empowerment ).
Klinik, Konsultasi dan Pelatihan, Jl.Tubagus Ismail No.40A Bandung

Satu Tanggapan

  1. dok ..
    apa seh tanda keberhasilan IMD?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: