Bunda, Ayun Aku dalam Buaianmu (2)


BUNDA, AYUN AKU DALAM BUAIANMU

Tanpa berupaya mengklaim bahwa salah satu pola asuh dengan menggendong adalah yang terbaik. Namun beberapa fakta dibawah ini mungkin bisa mendorong kita, bunda,ayah untuk mau mengayun si kecil dalam buaian kita. Tulisan ini saya sampaikan juga di satu milis yang membahas tulisan saya yang terdahulu.

Berdasarkan pengalaman memiliki 2 balita yang punya kebiasaan digendong, membuat saya merasa “perlu” berbagi dengan orangtua yang memiliki kebiasaan yang sama. Bagi saya mengendong itu memerlukan energi yang lebih. Apalagi bagi orangtua yang tentunya sedang dalam keadaan penat luarbiasa. Energi lebih disini bagi orangtua karena selain fisik yang dituntut lebih juga secara mental serta emosional juga harus punya energi lebih. Anak seringkali mengetahui loh saat kita tidak sepenuh hati dalam menggendong.


Menggendong bagi saya juga memiliki dimensi yang lumayan lengkap. Selain ayunan yang meninabobokan, dekapan kita membuatnya super nyaman, karena suhu tubuh kita dan anak akan saling menyesuaikan, ini diaplikasikan salah satunya dalam skin contact pada proses inisiasi menyusu dini, juga kangaroo care. Teknik kanguru ini berdasarkan penelitian di Neonatal Network 1998, terbukti dapat meningkatkan keintiman dan kasihsayang antara bayi dan orangtuanya. Teknik ini telah dikenal luas di rumah sakit di Amerika sebagai salah satu mengurangi stress pada bayi prematur. Bahkan direkomendasikan bila si kecil mengalami masalah tidur, enggan menyusui atau terlihat rewel. Bisa kita lihat di Barat sendiri pola asuh kembali ke ‘basic’, mungkin menyadari bahwa kedekatan emosional dapat optimal terbentuk dari pola-pola ini.

Selain itu saat menggendong kita bisa mengusap, menepuk-nepuk, bersenandung, bershalawat, berdzikir, keep eyes contact, tersenyum, dll. Apapun bisa dilakukan lebih banyak. Tentunya kita pun sebagai orangtua pun dapat banyak pelajaran. Ya banyak belajar untuk bersabar misalnya. Bagi saya ini penting karena pengendalian emosi kita bisa dilatih sejak anak kita masih kecil. Ntar kalo dia sudah beranjak besar, kita tentunya bisa lebih super sabar, karena telah terlatih untuk itu. Dan saat anak bisa terlelap atau hanya mau digendong oleh kita karena nyamannya, betapaaa membahagiakan. Selain itu kita dapat melatih fisik kita saat menggendong. Coba kombinasikan dengan gerakan-gerakan ringan. Jadinya saat menggendong kita dapat pula berolahraga.

Oh ya kembali ke penelitian tentang gendongan tadi, bahkan dalam salah satu artikel yang saya baca, posisi bayi ketika kita menggendong ternyata juga sangat berpengaruh. Penelitian menunjukan bahwa menggendong bayi dengan posisi kepala di sebelah kiri, membantu menenangkan bayi. Bayi memiliki kecendrungan untuk lebih nyaman saat kita menggendongnya di sebelah kiri karena dia bisa mendengar detak jantung kita yang berada di dada kiri. Inilah yang membuatnya nyaman dan damai. Jika kita menggendongnya di sebelah kanan , hal ini akan membangkitkan semangat dan membuatnya terjaga.

Mengayun, menggendong akan membuat bayi memahami bahwa kita adalah orang yang selalu ada untuknya. Walau disela-sela waktu kita. Saya sebenarnya pernah juga mengatakan pada ayah saya, yang pakar banget dalam hal gendong mengendong ini, katanya nih,saat saya pernah berkomentar karena ada yang memberitau saya bahwa mengendong nanti akan membuat anak jadi kebiasaan adalah “jangan deny saat kamu cape, bagaimanapun anak akan sangat nyaman dengan pola ini”. Tentu kemudian saya tidak menelan mentah-mentah ucapan tadi. Disertai mencari-cari hal ‘ilmiahnya’ hingga saya meyakinkan diri bahwa menggendong yang ayah saya rekomendasikan itu, memang salah satu pola asuh terbaik bagi anak-anak saya.Itu dibuktikan dengan anak pertama saya yang tumbuh dengan pribadi yang hangat, yang kini sudah punya dunianya sendiri. Sedikit catatan mungkin 2 tahun pertama saja anak senang dengan pola ini, selanjutnya ia akan tertidur sendiri dengan aktivitasnya yang makin kompleks.

dr. Kharisma Perdani,  Public Relation WISE & Redaktur Parenting Islami

Blog Parenting Islami,   https://parentingislami.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: