Dakwah dan Keluarga: Kesempurnaan Iman Seseorang (part 1)


Dakwah dan Keluarga: Kesempurnaan Iman Seseorang

Pernahkan kita merasa jiwa kosong meski telah kita isi dengan banyak shalat, puasa, zakat dan sederetan ibadah lainnya? Pernahkan merasa diri tidak lengkap hingga jiwa memberontak dan meminta untuk mencari sesuatu? Apakah sebenarnya ”itu” ?

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasehat yang baik (Q.S. An-Nahl: 125)

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru manusia kepada Allah dan beramal shaleh dan berkata: ’sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri’. Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan.olaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yangh setia (Q.S. Fushilat: 33-34)

Maka serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: ’aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allah. (Q.S. As-Syuura: 15)

Setelah ibadah, Allah memerintahkan kita untuk dakwah, saling menetapi kebenaran dan mencegah kemungkaran. Itu ternyata yang sering kita lupakan. Kita terlalu sibuk mensholehkan diri sendiri, hingga lupa mensholehkan saudara-saudara di sekitar kita. Ternyata saling memberi, berbagi nasehat dan bergandengan tangan menuju surga-Nya adalah hal yang sering kita lupakan. Kita menganggap memberi adalah ’mengurangi’, padahal sebenarnya memberi adalah ’menambah’ : menambah cinta, menambah saudara dan menambah ilmu.

Katakanlah: Inilah Jalan (agama), aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik (Q.S. Yusuf:108)

Dakwah adalah nikmat yang sangat besar, amal yang terbaik, jalan Rosul dan kehidupan Rabaniyah yang akan berbuah Ridho, Cinta dan Rahmat Allah serta balasan yang terus menerus dan berlipat ganda. Jalan dakwah adalah jalan yang satu. Di atas jalan inilah Rasulullah saw dan para sahabat ra. berjalan. Tarbiyah adalah perahunya, perahu yang mengantarkan kita pada pemahaman yang utuh akan Islam dan dakwah serta mengikatkan kita dan saudara kita dalam ukhuwah yang mempersaudarakan. Seperti halnya dulu ketika Rasulullah memulai dakwah ini, beliau menyeru manusia pada iman dan amal dengan mendidik (mentarbiyah) mereka, kemudian menyatu padukan hati-hati mereka atas dasar cinta dan ukhuwah. Berpadulah kekuatan iman dan kekuatan aqidah dengan kekuatan persatuan. Jadilah mereka jamaah contoh tauladan yang mendobrak kejahiliahan dengan sinar terang, sampai akhirnya sinar itu sampai pada kita sekarang.

bersambung…

Endah Silawati, Blog Parenting Islami
https://parentingislami.wordpress.com

Satu Tanggapan

  1. Setelah ibadah, Allah memerintahkan kita untuk dakwah, saling menetapi kebenaran dan mencegah kemungkaran. Itu ternyata yang sering kita lupakan. Kita terlalu sibuk mensholehkan diri sendiri, hingga lupa mensholehkan saudara-saudara di sekitar kita. Ternyata saling memberi, berbagi nasehat dan bergandengan tangan menuju surga-Nya adalah hal yang sering kita lupakan. Kita menganggap memberi adalah ’mengurangi’, padahal sebenarnya memberi adalah ’menambah’ : menambah cinta, menambah saudara dan menambah ilmu.

    Parenting Islami : Subhanallah, luar biasa. Jazakillahu khair katsir atas komentarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: