Terima kasih, Suster Susi…


Kesempatan IMD dan ASI ekslusif yang didapatkan Raisya (Ica), anak keduaku merupakan pertolongan Allah melalui perantaraan banyak orang, salah satunya seorang perawat bayi yang sangat berdedikasi.

Beberapa jam setelah melahirkan, saya masih menjalani pemeriksaan dan perawatan intensif, mengingat kontraksi rahim saya tidak baik (atonia uteri), sehingga perdarahan rahim tidak bisa berhenti. Saya harus menjalani terapi cairan dan tranfusi untuk mengganti darah yang keluar, agar fungsi-fungsi vital tubuh saya tidak tergannggu. Sehingga saya tidak bisa rooming in bersama Ica.

Ditengah kondisi tersebut, datanglah seorang perawat bayi. Dengan hati-hati dia menanyakan apakah Ica boleh diberikan susu formula, mengingat keadaan saya masih belum baik. Dan setelah saya dengan tegas tidak mengijinkan, beliau dengan telaten membawa bayi saya bolak-balik keluar masuk ruang tempat saya dirawat untuk disusui. Dan dengan sabar dia membantu saya yang hanya bisa miring kanan dan kiri (karena dudukpun saya tidak mampu) untuk menyusui. Ditengah bayang-bayang ketakutan akan histerektomi (jika perdarahan tidak berhenti, maka rahim saya harus diangkat untuk menyelamatkan nyawa saya), saya bahagia bisa menyusui. Padahal tidak sedikit petugas medis yang tanpa basa basi memberikan susu formula di menit-menit awal kelahiran sang bayi, padahal ibu dan bayi, keduanya sehat dan dapat rooming in!. Si ibu tidak tahu, sampai ketika pulang mereka dibekali sisa susu formula dan tentu saja tagihan atas pembeliannya. (Rasanya kejam sekali!). Bukannya petugas medis seharusnya mendukung sepenuhnya ibu yang ingin menyusui secara eklusif?!.

Sungguh, tahmid mengiringi rasa syukur saya, dipertemukan dengan seorang perawat bayi seperti beliau. Yang belakangan baru saya tahu namanya, Suster Susi. Terima kasih Suster Susi. Jazakillahu khairan Katsira.

dr.ariani (Umminya Fatih & Raisya)

https://parentingislami.wordpress.com


3 Tanggapan

  1. alhamdulillah masih ada tenaga paramedis yang masih bermoral,tidak side job jualan sufor….. seperti kata teman saya,seharusnya ada satu tambahan mata kuliah di kedokteran,kebidanan atau perawat yaitu pelajaran bermora

    Kami setuju, teh Ika. Semoga ke depannya semakin banyak tenaga medis dan paramedis yang berdedikasi dan bermoral.

    parentingislami

    l

  2. Suster susi tsb ada dirumah sakit mana mba?
    dr ariani lahiran dimana?
    mohon infonya

    terima kasih

    rgrds

    Saya melahirkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, mba Anna.

    Parentingislami

  3. s

    ubhanalloh semoga suster susi selalu diberkahi Allah SWT. ummu fatih benar, biasanya setelah melahirkan sang bayi diberi susu formula tanpa ijin orang tuanya. padahal seharusnya paramedis tahu, menurut literatur yang saya baca seorang bayi belum membutuhkan apapun selama 48 jam setelah lahir. kalaupun bayi menangis dan mengecap terus itu karena reflek alaminya. saya juga sempat”bertarung”dengan mertua soal susu formula ketika anak pertama kami lahir. bayi saya belum ‘pintar’ menyusu ketika baru lahir dan itu membuatnya menangis. ibu ngotot memberinya susu formula dengan berbagai alasan. karena ketidakberdayaan akhirnya saya menyerah. alhamdulillah hal itu tidak berlangsung lama, walaupun ketika itu saya masih kuliah dengan tekad bulat saya memberinya asi tanpa tambahan makanan apapun selama 6 bulan dan menyusui penuh selama 2 thn.

    Subhaanallah… ASI adalah hak anak yang harus kita perjuangkan karena Allah. Keep On Fighting, mba!..
    dr. Ariani
    https://parentingislami.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: