MIRACLES AT HOME (part 2 – tamat)


Akhirnya aku mengikuti undangan trainer itu untuk mengikuti pelatihannya selama dua hari penuh di akhir tahun 2008 ini. Subhaanallah. Aku jadi sangat termotivasi dan terinspirasi untuk melakukan pengasuhan anak dengan teknik yang benar. Tips nya pun begitu lengkap. Tips untuk memahami bahwa anak itu anugerah yang paling indah. Anugrah yang seharusnya kita syukuri dan selalu kita ingat. Yang membuat kita berpikir untuk mendidiknya dengan benar dan tak akan menyakitinya dengan kata-kata apalagi fisik. Aku jadi tak ingin lagi marah, membentak , apalagi mencubit.

Selain itu, aku jadi tahu tentang betapa cerdasnya anak-anak. Mereka dianugrahi keinginan belajar yang sangat besar. Aku harus bisa sabar menemani mereka mengacak-acak rumahku sebagai media belajar. Aku harus bisa mengarahkan mereka untuk belajar dengan menyenangkan agar mereka menjadi anak-anak yang cerdas. Persepsi positif mereka harus selalu diulang-ulang terus untuk membuat mereka semakin melejitkan potensi positif mereka. Di sisi lain, kebiasaanku terbiasa dengan cara pengasuhan lama harus kupendam dalam-dalam. Aku tak boleh mengatakan jangan nakal, jangan malas, jangan suka menyakiti adik, jangan galak, jangan suka mencubit. Benar-benar perlu keteguhan hati.

Hal yang sering kita lupakan juga, ternyata aku harus belajar mendengarkan anak. Jika menangis, marah, atau menginginkan sesuatu, kita harus mendengarkan dulu apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka inginkan. Setelah itu barulah kita kita berikan persepsi positif kita pada mereka. Jika kita tidak suka mendengarkan anak, maka anak akan merasa tidak berharga. Rasa tidak berharga akan membuat anak mencari harga diri mereka di luar rumah. Di lingkungan yang tidak kita inginkan. Akan tetapi, jika mereka merasa berharga di rumah, aku yakin, mereka akan nyaman bersama aku dan suamiku, dan tak akan tergoda pada lingkungan yang buruk di masa depan nanti.

Ternyata, untuk mempunyai suasana rumah yang menyenangkan, kita juga harus memiliki aturan. Aturan-aturan yang baik itu harus tetap konsisten kita tetapkan. Jika kita melarang jajan, maka larangan itu harus tetap kita patuhi walaupun anak akan meraung-raung dan bergulingan di pinggir jalan. Karena jika tidak konsisten, maka anak akan belajar tentang berbohong, tidak menepati kata-kata, dan mengulang hal yang sama di kemudian hari. Anak-anak yang dengan bijak kita dengarkan keinginannya kemudian kita arahkan dengan persepsi positif ternyata bisa kita jauhkan dari kebiasaan-kebiasaan yang buruk, misalnya jajan, memukul adik, memukul teman, pelit, dan banyak hal yang lain.

Aku pulang dan mulai mempraktekkan tips-tips dalam pelatihan. Aku melihat bagaimana mata anakku berbinar ketika aku mendengarkan curhatnya setelah marah dan memukul adiknya. Aku kemudian menceritakan sakitnya bila dipukul. Dan akhirnya dia memutuskan untuk meminta maaf karena telah menyakiti adiknya. Sebelumnya, anakku tidak pernah mau meminta maaf.

Selain itu, sekarang aku membiasakan shalat berjamaah. Setelah shalat berjamaah, aku dudukkan anakku di pangkuanku dan aku berdoa dekat telinganya. Kukatakan dengan jelas dekat bahwa aku bersyukur mendapat seorang anak yang sholeh, yang sayang sama adik, pintar makan, suka belajar, dan hal lain yang kuinginkan darinya.

Setiap ada kesulitan anak-anakku tidak mau melakukan rutinitas, aku tidak marah-marah. Aku sudah punya banyak cara di kepalaku yang akan membuatnya melakukan apa yang seharusnya dengan senang, tanpa perasaan terpaksa. Aku sekarang sudah menjadi Nanny untuk keluargaku.

Hanya dalam dua hari, suasana rumahku berubah. Pembantuku senang karena dia tidak kerepotan lagi oleh kedua anak. Aku bahagia, karena sekarang aku benar punya syurga tempat aku melepaskan lelahku dan mendapatkan kebahagian. Aku selalu ingin pulang dan menyempatkan untuk bermain sambil memberikan persepsi-persepsi positif. Aku merasakan kebahagiaan karena mempunyai anak-anak yang sholeh. Dan ternyata anak sholeh itu akan dimiliki oleh orang tua yang sholeh, yang memahami cara pengasuhan anak.

Ini adalah kisah nyata yang aku alami. Semoga semua orang tua di dunia dapat mengambil hikmahnya dengan meluruskan cara pengasuhan anaknya.
Zulaehah Hidayati,

dokter dan ibu dari dua orang anak

https://parentingislami.wordpress.com

18 Tanggapan

  1. Setelah membaca dengan lengkap, aku jadi ingin belajar bagaimana cara yang benar mengasuh anak.

    Boleh ga aku menghubungi Trainer nya?

  2. Ibu Zulaehah, saya mau juga dong informasi lengkapnya tentang triner dan pelatihannya. Menarik sekali. Terima Kasih

  3. Insya Allah nanti diinformasikan oleh Mas Pri. Ayo umi dan abi! Ternyata jadi orang tua itu menyenangkan apabila kita mengetahui ilmunya, lho.

  4. mom zulaehah … ditunggu informasi soal training ini yah … menarik sekali … saya jadi pengen ikutan …

  5. Assalamualaikum,

    Ibu zuleha, saya juga membaca cerita ibu di group asiforbaby. Anak saya kembar 15 bulan-aya&kei. APa saya bisa mendapat info tentang training parenting secara islami ini? dimana trainingnya dan bagaimana metodenya, kpn lg kiraa2 ada ya mba?

    Thanks

    Wass

    Mita

  6. alhamdulillah mba….stelah mbaca yang mba alami saya jd ter-ingat ingat,ternyata apa yang saya pernah terapkan ke ke-3 anak saya adalah sesuai dgn teori parenting islami,ya…sekedar mengikuti naluri seorang ibu saja.karena itu walaupun anak saya berentet (4)saya gak takut dengan hidup tanpa bantuan siapapun,karena mereka menjadi anak yang tidak mudah diberi pengertian.memang ada sih insident2 kecil tapi secara umum saya sangat enjoy mendidik anak dengan naluri seorang ibu tadi….

  7. revisi : alhamdulillah mba….stelah mbaca yang mba alami saya jd ter-ingat ingat,ternyata apa yang saya pernah terapkan ke ke-3 anak saya adalah sesuai dgn teori parenting islami,ya…sekedar mengikuti naluri seorang ibu saja.karena itu walaupun anak saya berentet (4)saya gak takut dengan hidup tanpa bantuan siapapun,karena mereka menjadi anak yang MUDAH diberi pengertian.memang ada sih insident2 kecil tapi secara umum saya sangat enjoy mendidik anak dengan naluri seorang ibu tadi….

  8. Assalamualaikum,

    saya adalah salah satu peserta PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak). Pelatihan yang juga pernah Mom Zule ikuti.

    Jujur saya tak kuasa menahan airmata ketika membaca pengalaman dari dr zulaeha. hanya satu kata yang terucap “ALHAMDULILLAH!!”. alhamdulillah.
    waktu itu trainernya adalah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari. insya Allah teman2 bisa peroleh info lengkap beliau di google dengan key word “ihsan baihaqi ibnu bukhari” atau “program sekolah pengasuhan anak”. Insya Allah ibu akan mendapatkan beberapa info tentang program pelatihan dimaksud.

  9. Wa’alaikumussalam wrwb.

    Mbak Dewi, Mbak Sita, Mbak Erli, Mbak Mita, Mbak Rieska, Mbak Usri, Mbak Daisy dan Teh Zule yang saya hormati. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas responnya yang luar biasa. Semoga semangat mendidik anak terus menyala.

    Sepertinya sudah keduluan oleh Mbak Usri nih.
    Jadi ya silakan Teh Zule dan Mbak Usri untuk sharing pengalaman dan informasi. Semoga bermanfaat untuk kita semuanya.

    Salam,
    Priyanto Hidayatullah

  10. Bismillah.

    “ternyata anak sholeh itu akan dimiliki oleh orang tua yang sholeh, yang memahami cara pengasuhan anak”hmmmm….dalem bangeeeeeeeet.
    itu yang saya instalkan dalam Pikiran saya sewaktu memutuskan ikut program PSPA nya pak Ihsan baehaqi.dan hasilnya ….hmmmm…15 menit di awal saya sudah menangis….tangisan haru dan merasa bersalah pada murid-muridku …..

  11. Assalaamu’alaikum

    Mudah-mudahan nanti pami tiasa mah, tim parenting ngayakeun pelatihan parenting kerja sama sama PSPA di bandung. Tapi pesertana minimal 80 orang. Jadi, nanti kalau ada peminat sampai jumlah itu, kayakna tim parenting bisa mengadakan pelatihan ini untuk kita. Sambil bisa silaturahmi. Sepertinya akan menyenangkan.

    Oya, ada pengalaman baru, anak saya selalu harus tidur bareng pembantu kalau tidak sama saya. Setelah tiga hari memakai teori energi positif dan teori konsistensi akhirnya semalam anak saya yang kedua yang berusia 3 tahun akhirnya bisa tidur di kamarnya sendiri. Alhamdulillah….

    Mas pri, ngadain yuk buat teman-teman….

    salam

    Wa’alaikumussalam wrwb
    Terima kasih banyak atas sharing2nya yang insyaallah banyak memberikan hikmah bagi kita semua.

    Iya, memang sempat menjadi bahasan di tim Parenting Islami untuk mengadakan pelatihan ini.
    Bu dr. Zulaehah silakan hubungi dr. Ariani untuk follow-upnya. Beliau sekarang berdomisili di Cimahi Jawa Barat.

    Priyanto Hidayatullah

  12. assalamualaikum…
    saya terharu sekali membaca cerita umi Zulaehah dan merasa bersyukur bahwa saya diberi waktu oleh Alloh untuk selalu membersamai dan mendidik anak kami (3,5 th ) hampir 24 jamX7 hari. pernah selama 2 hr dia dibawa abahnya nginep ditempat eyangnya. masyaalloh..saya jadi sedih sekali, tidak enak makan, tidak bisa tidur dan selalu berlinang air mata. mendidik anak memang tantangan yang berat. semakin hari semakin banyak ilmu yang kita butuhkan. semoga Alloh senantiasa membuka hati kita agar selalu mencari ilmu kapanpun dimanapun lewat apapun

  13. Alhamdulillah, yang saya sadari dari peristiwa-peristiwa yang saya alami dengan 4 orang anak yang mungil dan lucu-lucu adalah bahwa Alloh menganugerahkan mereka kepada kita agar kita yakin bahwa Alloh sedang mendidik kita untuk menjadi insan terbaik, insya Alloh, amin.

  14. Assalaamu’alaikum

    Hari ini, pembantu saya sedang mengikuti sekolah parenting PSPA hari kedua, bersama suami dan ibu saya. Saya memang seorang wanita bekerja yang sebgaian besar waktu saya banyak di luar rumah. Apa jadinya kalo saya susah payah menerapkan ilmu parenting, tiba-tiba ketika saya tinggal pembantu saya mengajak anak saya jajan, nonton sinetron, ngajak ngegosip di rumah tetangga, marahin, mukulin atau nyubit mereka. Bisa gagal nih. Apalagi suami mah harus sama-sama mengerti, jadi saya gak sendirian mendidik anak. Walaupun lumayan, satu orang tiketna 250 rb. DIkali tiga. Mahal juga. Tapi anak-anakku tak ternilai harganya. Kebahagiaan melihat mereka tumbuh dengan bahagia dan penuh cinta lebih dari harga itu. Harga anak-anak sholeh yang akan mengirimkan doanya dan bisa jadi penyelamat kita di akhirat nanti.

    Saya aja yang rada macho, cuek, gak pernah pegang bayi dulunya, susah ngobrol sama anak kecil, ayeuna mah insya Allah bisa lho jadi Nanny 911. Jadi saya optimis pembantu saya, atau siapapun bisa berubah setelah mengikuti pelatihan ini. Insya Allah

  15. Assalammualaikum

    Mom Zule, tolong di infoin yah klo ada di bogor untuk trainingnya (kebetulan saya domisili dibogor niy ) … .. hatur nuhun ..

  16. Mencari Cara Mengasuh anak Tanpa Memarahi, apalagi dengan kekerasan:

    klik: Mencoba Mempraktekkan Reward & Punisment pada Anak

  17. Mmm, tulisan yang bagus.

  18. Subhanallah..menarik sekali..idealnya konsep tersebut disetujui dan ada komitmen yang kuat antara suami, istri dan pembantu. lalu bagaimana solusinya jika kendala dalam pengasuhan anak (seperti yang ibu tulis) justru kendalanya berasala dari suami atau pembantu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: