Breastfeeding Father (part 2 – tamat)


Breastfeeding  Father (part 2 – tamat)

cimg0935Jangan biarkan hal ini terjadi pada anda….
Seorang teman pernah cerita betapa ketidaksiapannya sebagai mama saat mengandung ditambah ketidakharmonisan hubungannya dengan suami dan keluarga suami saat itu akhirnya mengantarkan pada kondisi baby blues dan depresi pasca melahirkan.

Kalau mengingat kembali, ia nggak habis pikir, kenapa saat itu begitu membenci bukan hanya hidupnya tapi juga bayi yang ada di perutnya bahkan setelah bayi itu lahir. Setiap kali memandangnya ia semakin membenci hidup, suaminya, termasuk bayinya.

Kondisi keluarga yang tidak harmonis, nggak mendapat dukungan suami dan keluarga suami, nggak bisa berkomunikasi dengan baik, perasaan tidak aman dan nyaman, membuat hal ini semakin parah. Berbulan-bulan kemudian ia berhasil sembuh dengan bantuan psikiater, tapi masih menyisakan kenangan buruk yang sesekali membuatnya merasa bersalah.

Ga ada yang salah dengan Bapak Rumah Tangga
Bagi yang tidak punya pembantu atau khadimat, maka jangan segan membantu pekerjaan rumah tangga, sebagai bentuk cinta anda. Sehingga isteri anda tidak kelelahan karena selain mengurus bayi, harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Bagi yang sudah punya anak, maka sang kakak pun harus tetap diperhatikan. Peran sang ayah sangat penting untuk membantu isteri mengasuh sang kakak, sehingga sang kakak tetap merasa dicintai.

Semua hal di atas jika dilakukan dengan penuh cinta dan riang, akan jauh lebih ringan. Mungkin sambil memutar lagu-lagu yang ceria, semangat yang penuh kenangan untuk anda berdua. Bisa sambil bernyanyi bersama si kakak. Sehingga keceriaan betul-betul menyelimuti rumah anda.

Biar sibuk, suamiku tetep Te O Pe
Mungkin bayak suami yang tidak mau melakukan hal itu dengan dalih sibuk sehingga pulang ke rumah tenaga sisa.Tapi ada seseorang yang begitu inspiratif :

Beliau seorang ustadz yang begitu sibuk, waktunya senantiasa diabdikan untuk umat. Tidak hanya memimpin 2 pesantren, tapi juga menjadi anggota dewan. Di tengah minimnya waktu untuk keluarga, sering beliau sempatkan menyiapkan sarapan pagi anak dan isterinya, sementara isterinya mengajari nanak-anaknya mengaji. Bahkan beliau sering memasakkan air untuk mandi isterinya (so sweet…). Dan beliau tidak segan terjun mencuci dan membantu pekerjaan rumah isterinya. Padahal isterinya tidak bekerja, seorang ibu rumah tangga. Dia melakukan itu agar isterinya bisa konsen hamil, melahirkan, menyusui dan mendidik anak-anaknya.

Waktu bergulir dan buahnya mulai terlihat. Anak-anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang sangat berprestasi, dengan segudang prestasi di akademis, olahraga dan hafalan qur’an. Anak pertamanya sebentar lagi lulus dokter dengan hafalan diatas 15 juz, anak kedua mendapat beasiswa di luar negeri dan hafal AQ 30 juz !!!. Dua anaknya yang lain juga hafalannya cukup banyak dengan prestasi akademis yang patut diacungi jempol. Kerjasama tim yang baik menghasilkan hasil yang jauh lebih baik, Insya Allah.

Last but not least… Bantulah kekasih anda beribadah
Hal ini seringkali tidak terfikirkan oleh seorang suami, walaupun dia seorang da’i. Kesibukan mengurus bayi kadang melalaikan ibadah-ibadah harian seorang ibu. Dia perlu bantuan orang lain, agar dapat beribadah dengan tenang. Jagalah bayi anda, sementara isteri anda shalat, tilawah atau melakukan ibadah mahdhoh lainnya.

Terpeliharanya ibadah mahdhoh akan memberikan isteri anda penuh energi positif, dan cepat pulih kebugaran tubuhnya, karena tumbuhnya syukur dan sabar sebagai buah ibadah. Sehingga segala aktivitas yang cukup menyita energipun akan terasa lebih ringan. Dan anda akan menikmatinya… siapa yang tidak bahagia punya isteri yanng bugar, sehat dan bahagia?….

Pssst… Jangan cela postur tubuh yang berubah setelah melahirkan
Hal ini sangat sensitif untuk wanita manapun. Sejelek apapun kondisi seorang wanita setelah melahirkan, yakinkan bahwa ia tetap cantik dan menarik untuk anda. Sehingga kepercayaan dirinya akan tetap tumbuh. Banyak wanita yang menjadi tidak PD akan penampilannya setelah melahirkan. Dari mulai tubuh yang melar, stecth mark, dll. Hal ini tentu akan menambah faktor yang dapat memicu terjadinya baby blues syndrom

Jika Anda, para Ayah, Abi, Papa, atau Papih sudah berusaha melakukan hal-hal diatas untuk mendukung proses penyusuan,selamat,anda layak disebut breastfeeding father.

Aku bukan Superman…Istreriku bukan Wonder woman.
So?….
Optimalkan yang bisa dilakukan.
Dan bersama-sama, pasti lebih seru

dr. Ariani, https://parentingislami.wordpress.com

Satu Tanggapan

  1. Alhamdulillah dengan bangga, suami saya seorang breastfeeding father..
    http://azkiarahima.wordpress.com/2010/10/22/sertifikat-lulus-asi-ekslusif/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: