MENGATASI JAJAN ANAK


MENGATASI JAJAN ANAK 

cimg03601Kenapa anak suka jajan? Sebagian orang tua menyalahkan anak-anak di sekitar rumah yang suka jajan sehingga membuat anaknya ngiler ingin jajan. Menyalahkan teman sekolah yang konsumtif, atau neneknya yang selalu ngasih uang jajan. Yang jelas orang lain yang salah termasuk menyalahkan anak itu sendiri. “Adik, kenapa sih jajan melulu?”.

Jika kita telusuri asal muasal anak jajan, ternyata penyebabnya tidak lain adalah orang tua sendiri. Bingung??? Anak itu lahir dalah keadaan putih bersih otaknya. Yang menentukan anak jadi seperti apa adalah orang tua. Termasuk menentukan anak suka jajan atau tidak. Saat lahir, anak tidak mengenal kata jajan sampai ada beberapa tindakan orang tua yang akhirnya membuat anak mengenal kata itu dan menjadikannya kebiasaan.

Beberapa hal yang membuat anak jadi tahu jajan pada usia dini :

  • Beberapa orang tua bila anak rewel akhirnya mengajak anak jajan untuk mendiamkan anak.
  • Beberapa orang tua punya kebiasaan jajan yang akhirnya ditiru oleh anak.
  • Orang tua sengaja mengajak anak jajan.
  • Orang tua memberi jajanan yang berlebihan untuk bekal sekolah.
  • Jadi, sebenarnya jika keempat hal diatas dihindari, anak tidak akan tahu tentang jajan. Ketika anak rewel, sebenarnya yang dia butuhkan adalah perhatian orang tua. Apabila anak rewel tersebut kita ajak bicara, kita dengarkan keluhannya, kita ajak bermain, kita ajak bercanda, kita ajak bercerita, anak tidak akan ingat lagi dengan jajan. Jadi, mulailah menghilangkan solusi jajan untuk mendiamkan anak sementara, tapi merusak mentalnya di masa depan menjadi anak yang konsumtif.
    Bersabarlah untuk konsisten dalam hal ini, karena betapa besar penghematan yang orang tua akan dapatkan karena memiliki anak yang sholeh, yang tidak suka jajan.

    Anak adalah peniru yang baik. Oleh karena itu, orang tua juga harus memperlihatkan contoh tidak jajan kepada anaknya. Apalagi sengaja mengajak anak jajan secara teratur, sehingga anak terbiasa jajan. Sebenarnya, jajan itu boleh. Tapi, ada beberapa syaratnya, yaitu :
    1. Tidak untuk jadi satu kebiasaan (hanya sesekali)
    2. Tidak berlebihan
    3. Pilih jajanan yang sehat

    Ada beberapa orang tua juga yang memberikan jajanan (snack) bekal sekolah dalam jumlah yang berlebihan. Akan lebih baik, bila konsep hemat itu tertanam pada diri anak. Ketika dia memilih snack untuk bekal sekolahnya, sebaiknya diberi batasan jumlah uang. Misalnya : “Kakak, umi hanya punya uang Rp 3.000,- untuk snack. Silahkan Kakak pilih makanan yang harganya tidak lebih dari itu.” Hal ini, membuat anak berpikir bahwa jumlah uang ada batasnya. Hal ini bisa diterapkan untuk masalah pembelian mainan atau apapun di masa depan.

    Semoga bermanfaat.

    Ummu Khaidar

    https://parentingislami.wordpress.com

    9 Tanggapan

    1. memang tidak mudah mendidik anak
      terima kasih atas saran yang sudah ditulis

    2. iya….memang kadang sebagai ibu tidak ingin mendengar anaknya nagis dan rewel. akhirnya nangis menjadi senjata mereka agar keinginannya terpenuhi…yang penting konsisten klo tidak…ya…tidak….
      kloiya…ya…iya…jangan sekarang tidak besok iya..kan anak jadi bingung????

      Ya, setuju Bu. Konsistensi (keistiqomahan).
      Salam perjuangan wahai Ibu/Bapak.

      Parenting Islami

    3. Sangat setuju dengan pernyataan yang ada dalam artikel.. sungguh sangat membantu apalagi bagi single parent.. Insya Allah berkah..

    4. kanalkan nama saya aris .lasung saja pokok masalahnya anak saya beusia satu tahun tujuh bulan tapi tidak bisa bicara pada hal anak seusia dia sudah belajar bicara tapi anak saya belum..masud saya apa benar anak seusia dia belum bisa bicara.
      tolong sarannya saya benar2 bingung.
      terimakasi

    5. Trmakasih info umi

    6. wah tips yang bgus tuch…. syukron

    7. ya Alloh…..terimakasih ats ilmunya…..itu keluhan yang saya rasakan saat ini.Salam perjuangan untuk para pembina mutiara hati

    8. jazakillahu khoiron tipsnya.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: