Sisi Lain Hobi Anak Mengacak Rumah


SISI LAIN HOBI ANAK MENGACAK RUMAH

dscn2227 Apakah pembaca parenting islami di sini termasuk yang menyukai atau membenci kegiatan anak mengacak rumah? Apakah pembaca tahu bahwa anak belajar dengan cara mengeksplorasi semua benda yang ada di sekitarnya dan benda yang terdekat ada di dalam rumah. Dinding, kasur,piring, gelas, sendok, garpu, pisau, kompor, kran air, tanah, kasur, bantal, dan sebagainya. Itu adalah media belajar anak.

Mereka mengeksplorasinya yang disisi lain mungkin kita mengatakan mereka mengacak-ngacaknya.

Kita semua punya harapan untuk mempunyai anak yang cerdas dan pintar. Anak yang cerdas dan pintar adalah anak yang banyak belajar. Jadi, seharusnya kita senang apabila anak mengeksplorasi isi rumah kita (mengacak rumah). Seharusnya kita juga bersyukur bila mempunyai anak yang aktif. Dengan alur berpikir ini, berarti tidak seharusnya kita marah bila anak mengacak rumah. Apabila kita memang tidak mau rumah kita diacak-acak, kita harus menyediakan sesuatu untuk diacak oleh anak-anak kita. Atau jika tidak ada waktu untuk menyediakan, ikhlaskan saja barang-barang rumah demi pendidikan anak. Jika ada barang yang memang tidak boleh dipegang anak, sebaiknya disembunyikan di tempat tidak dapat dijamah oleh anak.

Di sisi yang lain, kita juga harus mengajarkan kerapihan, kebersihan, keteraturan pada anak-anak. Bagaimana caranya? Ketika mengacak makanan, atau tanah atau apapun, baiknya kita temani anak sambil menanamkan nilai-nilai tersebut. Misalnya : “Wah, adik lagi apa? Bikin kue dari tanah ya. Umi ikut ya. Tapi kan tanah kotor, jadi kita main tanah di halaman aja. Trus supaya rumah kita indah dan bersih, setelah main tanah kita cuci tangan dulu di keran air halaman depan.” Jadi, dalam keadaan bermain yang menyenangkan, kita bisa menjalin kedekatan sambil menanamkan berbagai macam nilai. Dalam keadaan senang, anak lebih mudah menerima apa yang kita sampaikan. Tips ini bisa flexible untuk semua kegiatan mengacak di rumah. Semoga mempunyai anak yang lebih cerdas.

Ummu Haidar
https://parentingislami.wordpress.com

3 Tanggapan

  1. blog yang menarik…
    salam kenal…

    orang tua memang menjadi posisi yang sentral dalam membentuk perilaku anak. sikap yang ‘membiarkan’ dengan alasan tidak mau melakukan kekeransan terhadap anak perlu dikritisi lebih dalam. apakah tindakan yang dilakukan cenderung mendidik anak atau melampiaskan emosi pribadi.

    cinta selalu memebri walau mengorbankan diri sendiri, nafsu selalu mengorbankan orang lain (anak) demi kepentingan diri sendiri…

    mengacak rumah bukan aktifitas yang normal, perlu dikaji apakah ini akibat ‘pembiaran’, ‘ketidak tegaan menegeur’ atau lainnya… mereka melihat dan mengunggu respon ortunya: bolehkah ini says teruskan?

    You’re welcome to visit my new blog (just click the link) http://catatan-guru.blogspot.com Please enjoy…

    Salam kenal juga Pak.
    Terima kasih atas kunjungannya

  2. tulisan unik untuk nambah wawasan ,sering2 aja biar pengetahuan kita nambah

  3. Assalamu’alaikum,

    Saya ada sedikit permasalahan dengan sikecil menginjak umurnya yang ke-3, setiap kali saya memberikan penjelasan tentang hal” yang tidak baik, dia selalu mengiyakan.
    misal : Ayo nak mandi, biar badannya bersih ?”
    Dia akan menjawab ” Kotor – kotor aja Ma….”, kadang kalo sudah kehabisan akal atau kecapekan, saya sedikit keras.
    Mungkin ada masukan untuk permasalahan saya ini.

    Wassalam,
    Wulansari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: