Menyusui menghambat hubungan seksual?


Menyusui dan Sex

Pengaruh menyusui terhadap libido wanita masih diperdebatkan. Berbagai hasil penelitian menunjukan hasil yang berbeda-beda. Ada yang menunjukan bahwa menyusui menurunkan gairah seksual. Namun ada juga yang menunjukan ibu menyusui lebih aktif secara seksual daripada ibu yang memberikan susu formula. Pada beberapa kasus para suami merasa lebih bergairah karena bentuk payudara isterinya lebih menarik ketika masa menyusui.

Terlepas dari kontroversi itu, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kehidupan seksual suami isteri yang baru saja mempunyai bayi :

Keduanya bisa jadi sangat kelelahan secara fisik maupun mental karena proses melahirkan dan mengurus bayi pada saat awal kelahiran. Biasanya bayi yang baru lahir sering terbangun di malam hari sehingga membuat ayah dan ibu harus bergantian ngeronda. Hal ini dapat mempengaruhi keintiman diantara keduanya, walaupun hanya untuk sementara waktu. Terlebih bagi pihak ibu. Setiap wanita yang baru saja melahirkan (terlepas ia menyusui atau tidak) memerlukan waktu pemulihan. Bahkan setelah dokter menyatakan aman untuk melakukan hubungan seksual, mungkin ia belum siap untuk melakukannya. Inilah salah satu hikmah adanya masa nifas. Seorang suami bisa membantu isterinya menghadapai hal tersebut dengan berbicara dengan bahasa cinta sang isteri.

Di dalam buku The Five Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate, Dr. Gary Chapman menyatakan bahwa ada lima bahasa cinta: Words of Affirmation (kalimat-kalimat pernyataan), Quality Time (waktu yang berkualitas), Receiving Gifts (memberi hadiah), Acts of Service (melayani), and Physical Touch (melakukan kontak fisik). Idenya adalah bagaimana untuk menciptakan pernikahan yang bahagia masing-masing pasangan perlu menunjukan cintanya dengan berbicara dengan bahasa cinta pasangannya. Misalnya seorang ayah bisa menjaga bayinya semalaman agar isterinya bisa beristirahat dan siap bercinta.

Secara hormonal, seorang ibu menyusui mungkin merasakan berkurangnya lubrikasi (pelumasan) vagina seiring rendahnya kadar estrogen di dalam tubuh. Bahkan walaupun sudah dirangsang maksimal. Hal ini fisiologis dan sementara saja. Untuk mengatasinya, tambahan foreplay dan pelumas untuk vagina mungkin diperlukan.
Di sisi lain, hal ini merupakan karunia Allah untuk mencegah kehamilan terlalu cepat. Karena dengan rendahnya kadar estrogen maka tidak terjadi pelepasan sel telur (ovulasi).

Ibu menyusui bisa jadi merasa over touched (disentuh berlebihan), karena harus menyusui bayinya tiap 2 jam. Ini tidak berarti ibu tidak ingin mendapatkan sentuhan seksual. Ibu hanya membutuhkan sedikit waktu lebih untuk mempermudah menuju kontak fisik. Ingat, beritahulah suami apa yang ibu inginkan dan rasakan.

Beberapa wanita mungkin air susunya menetes (atau bahkan memancar) keluar ketika melakukan hubungan seksual. Secara hormonal, hormon yang dilepaskan ketika berhubungan seksual bisa memicu let down reflleks. Untuk mengurangi hal itu, ibu bisa menyusui terlebih dahulu, atau meyiapkan lap untuk mengatasi pancaran ASI. Cara lain adalah dengan menggunakan breastfeeding pads. Tentu saja ibu tidak perlu melakukan apapun jika ibu dan suami tidak merasa terganggu.

Positif Kreatif dan Nikmatilah Hubungan yang Baru dengan Kekasih Anda

Bagaimanapun keadaannya, kehidupan seksual merupakan hal yang penting dalam kehidupan suami isteri. Sekali lagi, penting untuk seorang suami memberikan dukungan pada isterinya agar ia merasa disayangi dan diperhatikan. Hasilnya adalah sang isteri mau memulai kembali keintiman. Mulailah dengan menyediakan waktu untuk berdua walaupun sebentar. Waktu tersebut bisa anda gunakan untuk untuk berbicara dari hati ke hati, mandi bersama, saling memijat atau sekedar merelaksasikan diri.

Ada seorang isteri yang merasa dirinya tidak punya keinginan sama sekali untuk melakukan hubungan dengan suami setelah ia begitu kelelahan mengurus bayi pertamanya yang begitu rewel. Tetapi sang suami tidak menyerah, dia memijat terlebih dahulu isterinya dengan penuh cinta, memanjakan isterinya dengan aroma terapi sampai isterinya betul-betul relaks secara fisik maupun mental dan siap untuk bercinta. Hasilnya, suami puas, isteri pun bahagia.

Di sisi lain, perubahan yang timbul tersebut bisa jadi memberikan variasi dalam hubungan seksual anda. Ada pasangan yang menemukan hal-hal baru yang membuat hubungan mereka semakin istimewa justru ketika berhadapan dengan berbagai permasalahan seksual yang timbul setelah mempunyai anak. Jadi yang perlu Ayah dan ibu lakukan adalah berfikir positif, kreatif dan nikmatilah hubungan yang baru dengan kekasih anda.

dr.Ariani

https://parentingislami.wordpress.com

9 Tanggapan

  1. makasih infonya, sangat bermanfaat..

  2. Jazakallah

  3. waduh,… jadilah suami siaga gitu ya? Tulisan yang bagus

  4. Jadi suami ya tahu-tahu diri dikit lah! Kasihan nyonya, capek. Syukur-syukur perhatian dan bantuan dilakukan dengan ekstra, alias meningkat 200-300%. Kan berumah tangga harus saling kerjasama. Jangan mau enaknya saza. Oke?

  5. Siap Mazzz Yoga.
    Jadi breastfeeding father nih mas?

  6. wahh..goods…goods…goods.intinya dua duanya musti sabar dalam bekerja sama

  7. Anak sehat, pintar dan sholeh adalah harapan kedua orang tua.
    Karena itu anak berdua, jadi konsekuensinya juga akan lebih ringan jika ditanggung berdua.
    Insyaallah indah…

  8. Betul, saya dan beberapa teman curhat jg begitu,
    Biasanya menyusui dulu, baru bercinta,
    karena kalau ga disusui dulu kan nanti dedeknya bangun, moodnya hilang deh.

    Lgpula kalau lagi bercinta air susu keluar terasa ga nyaman dan mubazir.

    Suami siaga mmg sangat membantu, jgn sampe deh “baby sindrome” bisa kacau semua.

  9. Syukron ilmunya…
    Sedang menunggu anak kedua neh

    Mohon do’a ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: