Bedah Buku dan Pelatihan Parenting Miracles at Home

Anda putus asa mendidik anak?
Stress menghadapi anak yang nakal?

Hadirilah !!
Launching, Bedah Buku dan PELATIHAN PARENTING Miracles At Home :
Sabtu 29 Agustus 2009.
pukul 9.15 sd. 14.45
bertempat di Mesjid Istiqomah Jl Taman Citarum Bandung

Anda akan lebih mengenal tips dan trik praktis mendidik anak dengan teknik PARENTING. Mari kita simak testimoni berikut ini:

dr. Zulaehah berhasil menguraikan pengasuhan (PARENTING) secara mendetil dan sederhana, sehingga mudah untuk dipahami dan diterapkan.

Hj. Fitriani F.Syahrul, MSi, Psi (Dosen psikologi program studi PAUD Universitas Al Azhar Indonesia, Direktur Pendidikan Lentera Insan)

Baca lebih lanjut

Quality Time Together

Quality Time Together

partisipasi cerita dari Winny Wulandari, Melbourne Australia

Ketika kedua orang tua bekerja/kuliah full-time dari pagi sampai sore, bagaimana ya membuat waktu jadi berkualitas bersama anak? Saya cukup merasakan hal ini ketika saya dan suami kuliah full time dan Affan, anak saya, dititip ke teman. Biaya childcare cukup mahal di sini, sementara alhamdulillah ada teman yang bersedia ngemong Affan, seorang ibu rumah tangga 2 anak yang menemani suaminya kuliah. Kami kuliah dari jam9 sampai jam5 sore setiap hari, artinya dari jam1/8 pagi sampai jam6 sore di luar rumah. Mungkin sama juga, atau lebih lama kali ya untuk orang tua yang bekerja di Jakarta setiap hari dengan macet yang tiada terkira. Kalo di sini ngga macet, namun jarak tempuh dari rumah ke tempat pengasuh lalu ke kampus sekitar 40 km setiap hari.

Baca lebih lanjut

BUKU PENGALAMAN PARENTING : MIRACLES AT HOME

BUKU PENGALAMAN PARENTING : MIRACLES AT HOME

Rumahku syurgaku. Rasanya selama beberapa tahun saya tak mengerti bagaimana sebuah rumah merupakan syurga yang tenang, damai, dan menyenangkan. Hari-hari saya  dihiasi oleh rengekan, tangisan, teriakan, dan amukan anak-anak. Ditambah lagi teriakan pembantu yang panik melihat anak kedua saya (2,5 tahun) dipukul, dicubit atau dibenturkan oleh anak pertama (5,5 tahun).

Inilah kondisi saya sampai akhir tahun 2008. Saya adalah seorang Ibu dari dua orang anak, wanita karir, dan seorang dokter. Saya banyak menghabiskan waktu saya di luar rumah. Hal ini saya lakukan karena alasan keuangan.

Selama bertahun-tahun saya berada dalam kondisi seperti ini. Semakin hari, kondisi anak saya semakin mengkhawatirkan. Anak pertama saya suka memukul, mengamuk, membangkang dan berbagai perilaku buruk lainnya. Selain perilaku yang buruk, anakku juga mengalami susah makan, susah mandi, tidak mau belajar, dan sering terlambat sekolah. Dan satu hal yang membuatku khawatir lagi yaitu dia sangat pemalu dan tidak percaya diri dalam bergaul. Saya takut sekali mengingat keadaan anakku seperti ini karena sebentar lagi dia harus masuk SD. Bagaimana dia bisa menjalani hari-harinya di sekolah nanti?

Baca lebih lanjut

MENGATASI JAJAN ANAK

MENGATASI JAJAN ANAK 

cimg03601Kenapa anak suka jajan? Sebagian orang tua menyalahkan anak-anak di sekitar rumah yang suka jajan sehingga membuat anaknya ngiler ingin jajan. Menyalahkan teman sekolah yang konsumtif, atau neneknya yang selalu ngasih uang jajan. Yang jelas orang lain yang salah termasuk menyalahkan anak itu sendiri. “Adik, kenapa sih jajan melulu?”.

Jika kita telusuri asal muasal anak jajan, ternyata penyebabnya tidak lain adalah orang tua sendiri. Bingung??? Anak itu lahir dalah keadaan putih bersih otaknya. Yang menentukan anak jadi seperti apa adalah orang tua. Termasuk menentukan anak suka jajan atau tidak. Saat lahir, anak tidak mengenal kata jajan sampai ada beberapa tindakan orang tua yang akhirnya membuat anak mengenal kata itu dan menjadikannya kebiasaan.

Beberapa hal yang membuat anak jadi tahu jajan pada usia dini :
Baca lebih lanjut

Contohin dulu, dong !

cimg0258Sebentar,ya, Coleh, gumam A Fatih kepada mainan truknya yang sedang ia cuci. Aku tersenyum geli. Truk mainan dibilang soleh. Di lain waktu, adiknya yang baru berusia 7 bulan menangis, spontan ia menghampiri adiknya dan berkata,  “Kenapa cayang? Kenapa colehah?’. Dan yang paling menggelikan, suatu saat ia sedang menarik mainan truknya melewati tangga. Dan truk itu terjatuh, “Aduh,maaf,ya, katanya dengan spontan kepada truk.

Kadang saya terharu campur heran mendengarnya celotehan-celotehannya. Rasanya saya tidak pernah menyuruh dia mengatakan semua itu. Saya hanya membiasakan diri meminta maaf kepada anak-anak saya (walaupun dia masih bayi dan belum bisa bicara) untuk semua kesalahan yang saya lakukan. Misalnya ketika saya menyenggolnya, atau tak sengaja menginjak mainannya, saya biasanya berkata, “Maafin, Ummi, ya, sayang..Dan sesudah bisa berbicara,A Fatih biasanya menjawab, “Heeh..,sambil tersenyum.

Untuk panggilan, saya selalu berusaha menyebut anak-anak dengan sholeh dan sholehah, sebagai doa untuk mereka. Ternyata sebutan itu ditiru oleh anak-anakku dan pengasuhnya. Dan seiring repetisi dan konsistensi, hal itu terinternalisasi ke dalam diri mereka. Sehingga, ketika tantenya mengatakan A Fatih anak jocong (karena rambutnya jocong) ia protes, “ Bukan,… bukan anak jocong, A Fatih anak coleh!.

Dari pengalaman ini saya belajar, betapa dashyatnya energi keteladanan. Tanpa kita cape-cape menyuruh, anak akan melakukan yang kita inginkan.

dr. Ariani

parentingislami.wordpress.com

Breastfeeding Father (Wujud cinta Ayah)

Breastfeeding Father (Wujud cinta Ayah)

cimg09301Mungkin ada yang baru mendengar istilah ini pertama kali akan mengernyitkan dahi, ”Memang, seorang ayah bisa menyusui ? .

Maksud dari istilah tersebut adalah berupa dukungan penuh dari seorang ayah kepada istrinya dalam proses menyusui. Karena itulah, hal ini diistilahkan dengan nama breastfeeding father. (Tentunya, bukan memberikan susu pada anak seperti yang ibu-ibu lakukan). Hal ini bukan berarti seorang Ayah, Abi, Papa atau Papih hanya berperan aktif ketika bayi sudah lahir dan disusui, tapi bahkan jauh sebelum bayi lahir. Karena keberhasilan menyusui ditentukan sejak dari awal-awal kehamilan

Seorang ayah memainkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan menyusui seorang ibu (“The Breastfeeding Book”, Martha Sears, R.N., and William Sears, M.D.) Pasangan yang sensitive dan supportive adalah faktor yang menentukan kesuksesan proses menyusui. So, dengan kata lain keberhasilan menyusui tidak terlepas dari usaha para ayah untuk menjadi breastfeeding father.

Berbagai hal yang bisa dilakukan seorang ayah menuju breastfeeding father yang TOP Be Ge Te :

Baca lebih lanjut

Tips Sukses Inisisasi Menyusui Dini & ASI ekslusif

Tips Sukses Inisisasi Menyusui Dini & ASI ekslusif

Alhamdulillah, 4 bulan sudah, Ica, puteri keduaku menikmati ASI ekslusif .”Tinggal” 2 bulan lagi melanjutkan perjuangan, Insya Allah. Saya sangat bersyukur, karena bukanlah hal yang mudah, bagi ibu bekerja seperti saya (dengan jadwal kerja shift dan masih ada dinas malam) mempertahankan ASI ekslusif.

Dan saya yakin Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan ASI ekslusif. Sebagai orang yang sering “diamanahi” memotivasi orang lain untuk melakukan IMD dan ASI ekslusive, tentu menjadi obsesi tersendiri untuk menerapkan kedua hal tersebut pada anak kedua saya (terlebih saya belum berhasil melakukannya pada anak pertama saya). Saya ingin membagi pengalaman saya tentang beberapa tips untuk para ibu, bunda, ummi yang ingin melakukan IMD dan ASI ekslusif, semoga bermanfaat.

Memahami manfaat IMD dan ASI ekslusive

Baca lebih lanjut