Keajaiban ASI: “ It’s Amazing!!!”

Keajaiban ASI: “ It’s Amazing!!!”

oleh: Ariani, dr.

A. Keajaiban ASI Bagi Bayi

Ibu, ketika perintah menyusui diturunkan dalam Al-Qur,an, ilmu pengetahuan saat itu belum bisa menginformasikan secara rinci mengenai komposisi ASI dan berbagai  manfaatnya. Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan, berbagai penelitian telah dilakukan, dan akhirnya terkuaklah berbagai hikmah dari perintah menyusui. Subhaanallah…..

Makanan yang paling ideal bagi bayi manusia

Allah SWT  telah memelihara dan  memberi  makan buah hati Ibu  selama 9 bulan di dalam rahim. Setelah itu, Allah merancang menyusui untuk memelihara bayi di tahun-tahun pertama kehidupan. Air susu Ibu adalah makanan terbaik dan paling sesuai yang pernah ada untuk bayi manusia. Yang lebih menarik lagi adalah ASI sangat individual dan spesial karena komposisinya berbeda untuk tiap  anak.

Susu setiap jenis mamalia berbeda dan bersifat spesifik untuk tiap spesies, yaitu disesuaikan dengan keperluan, laju pertumbuhan dan kebiasaan menyusuinya. Misalnya ikan paus yang hidup dalam lingkungan yang sangat dingin dan waktu menyusuinya singkat, kadar lemak dalam susunya bisa mencapai 50, sedangkan kelinci yang menyusui anaknya hanya sekali sehari, susunya mengandung kurang lebih 10% protein. Bayi manusia akan mencapai 2 kali berat lahirnya dalam waktu sekitar 6 bulan, sedangkan anak sapi hanya memerlukan waktu 6 minggu, sehingga dapat dimengerti bahwa komposisi ASI dan susu sapi pastilah berbeda. ASI dalam satu spesies pun  berbeda. ASI seorang Ibu bisa berbeda dengan ASI Ibu yang lain. Jika ASI sesama hewan saja berbeda dan ASI tiap Ibu berbeda, maka bagaimana bisa ASI manusia sama dengan ASI hewan???

Air susu berubah kualitas dan kuantitasnya seiring dengan berubahnya umur bayi. Kebutuhan bayi berbeda pada umur yang berbeda. Bahkan selama satu kali (periode) menyusui, komposisi air susu berubah. Ketika ia mulai menghisap, bayi akan menerima susu awal (foremilk). Saat acara menyusui berlanjut, susu lanjutan (hindmilk) akan dilepaskan. Luar biasa!

Baca lebih lanjut

Menyusui menghambat hubungan seksual?

Menyusui dan Sex

Pengaruh menyusui terhadap libido wanita masih diperdebatkan. Berbagai hasil penelitian menunjukan hasil yang berbeda-beda. Ada yang menunjukan bahwa menyusui menurunkan gairah seksual. Namun ada juga yang menunjukan ibu menyusui lebih aktif secara seksual daripada ibu yang memberikan susu formula. Pada beberapa kasus para suami merasa lebih bergairah karena bentuk payudara isterinya lebih menarik ketika masa menyusui.

Terlepas dari kontroversi itu, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kehidupan seksual suami isteri yang baru saja mempunyai bayi :

Keduanya bisa jadi sangat kelelahan secara fisik maupun mental karena proses melahirkan dan mengurus bayi pada saat awal kelahiran. Biasanya bayi yang baru lahir sering terbangun di malam hari sehingga membuat ayah dan ibu harus bergantian ngeronda. Hal ini dapat mempengaruhi keintiman diantara keduanya, walaupun hanya untuk sementara waktu. Terlebih bagi pihak ibu. Setiap wanita yang baru saja melahirkan (terlepas ia menyusui atau tidak) memerlukan waktu pemulihan. Bahkan setelah dokter menyatakan aman untuk melakukan hubungan seksual, mungkin ia belum siap untuk melakukannya. Inilah salah satu hikmah adanya masa nifas. Seorang suami bisa membantu isterinya menghadapai hal tersebut dengan berbicara dengan bahasa cinta sang isteri.

Di dalam buku The Five Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate, Dr. Gary Chapman menyatakan bahwa ada lima bahasa cinta: Words of Affirmation (kalimat-kalimat pernyataan), Quality Time (waktu yang berkualitas), Receiving Gifts (memberi hadiah), Acts of Service (melayani), and Physical Touch (melakukan kontak fisik). Idenya adalah bagaimana untuk menciptakan pernikahan yang bahagia masing-masing pasangan perlu menunjukan cintanya dengan berbicara dengan bahasa cinta pasangannya. Misalnya seorang ayah bisa menjaga bayinya semalaman agar isterinya bisa beristirahat dan siap bercinta. Baca lebih lanjut

ASI dan Hak bayi (Wujud cinta sesama)

ASI dan Hak bayi (Wujud cinta sesama)

oleh:  dr. Ariani

IDE : ASI ungkapan cinta Allah, cinta ibu, cinta ayah dan cinta sesama yang akan menghasilkan anak-anak yang penuh cinta sehingga dunia akan dihiasi dengan cinta

Setiap bayi mempunyai hak dasar atas makanan, kesehatan terbaik, interaksi psikologis terbaik untuk kebutuhan tumbuh kembang optimal. Para ahli gizi sepakat, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi dengan segudang manfaat dari berbagai aspek, tidak hanya untuk bayi tetapi juga untuk ibu. Sehingga mendapatkan ASI merupakan salah satu hak azasi bayi yang harus dipenuhi.

Hak anak adalah bagian dari hak azasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat dan Negara.

Hak tersebut mencakup :
1. Non diskriminasi
2. Kepentingan terbaik bagi anak
3. Hak kelangsungan hidup
4. Perkembangan dan penghargaan terhadap pendapat anak
(UU Perlindungan Anak Bab I pasal I No.12 danBab II pasal 2)

Untuk memdukung hal tersebut telah dikeluarkan berbagai pengakuan atau kesepakatan yang bersifat regional maupun global yang bertujuan melindungi, mempromosi, dan mendukung pembaruan ASI. Sehingga diharapkan setiap ibu di seluruh dunia dapat melaksanakan pemberian ASI dan setiap bayi diseluruh dunia memperoleh haknya mendapatkan ASI.

Legislasi Perlindungan yang telah dibuat untuk mewujudkan hal tersebut antara lain :
1. Convention on The Rights of The Child (CRC)
Convention on The Rights of The Child atau Konvensi Hak Anak yang melibatkan 19 Negara menyatakan bahwa hak anak untuk mendapat standar kesehatan tertinggi dapat terpenuhi bils pemerintah memastikan penyediaan makanan bergizi, dan orang tua serta anak memperoleh informasi yang cukup tentang nutrisi dan manfaat pemberian ASI. Konvensi ini diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1990 dan menjadi Undang-Undang RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

2. International Convenant on Economic, Social and Cultural Rights (ICESR) Perjanjian Internasional untuk Hak Azasi di bidang Ekonomi, Sosial dan Kebudayaan (1966) yang melibatkan 142 negara mengesahkan “hak untuk Pangan dan Kesehatan”. Langkah yang diambil untuk memenuhi kecukupan pangan adalah memelihara, menerima atau memperkuat penganekaragaman diet serta memperhatikan konsumsi dan pola pemberian makanan yang tepat termasuk ASI.

3. Convention on the elimination of all forms of discrimination against womens (CEDAW)
Konvesi eliminasi segala bentuk diskriminasi terhadap wanita (1979) yang melibatkan 165 negara menyatakan bahwa ibu seharusnya mendapat pelayanan yang sesuai berkaitan dengan kehamilan dan meyusui.

4. Innocenti Declaration
Deklarasi Innocenti (1990) dilaksanakan sebagai upaya untuk pencapaian ASI ekslusive pada 80% bayi usia 4 bulan.

5. Convention on Matermity Protection, International Labour Organization
Konvensi Perlindungan Maternal ILO menyatakan bahwa ibu bekerja seharusnya memperoleh cuti hamil minimal 12 minggu sebelum kembali bekerja. Sedangkan, pada konvensi tahun 2000, lama cuti hamil ditingkatkan menjadi 14 minggu.

6. Deklarasi lain : Konferensi Gizi Internasional (1992), Konferensi Kependudukan dan Pembangunan (1994), Konferensi Dunia tentang Wanita, Pertemuan Pangan Dunia ke 4 (1994).

Adalah hak setiap bayi untuk mendapat ASI. Begitu pula hak setiap ibu untuk menyusui bayinya. Sehingga berbagai legislasi diharapkan melindungi hak-hak ibu untuk menjamin keberhasilan menyusui.

Berkaitan dengan itu, berikut  hal yang kiranya perlu diperhatikan:
Ibu bekerja perlu upah selama cuti agar dapat menyusui secara ekslusif (ILO,1997). WHA dan UNICEF (2001) menganjurkan menyusui ekslusif selama 6 bulan. Selanjutnya setelah ibu kembali bekerja, ibu mendapat kesempatan menyusui dengan fasilitas untuk menyusui atau memeras ASI di tempat kerjanya. Dan ternyata hak menyusui dijamin dalam pasal 99 dan 101 Undang-undang ketenagakerjaan termasuk waktu ekstra menyusui/memerah di luar jam istirahat dan fasilitas atau ruang laktasi di kantor.

bersambung…

Referensi :

1. Alquran

2. Sunardi. Ayah Beri Aku ASI. Aqwamedika. Solo : 2008.

3.Ikatan dokter Anak Indonesia. Bedah ASI. Balai Penerbit FK UI. Jakarta : 2008

https://parentingislami.wordpress.com

Terima kasih, Suster Susi…

Kesempatan IMD dan ASI ekslusif yang didapatkan Raisya (Ica), anak keduaku merupakan pertolongan Allah melalui perantaraan banyak orang, salah satunya seorang perawat bayi yang sangat berdedikasi.

Beberapa jam setelah melahirkan, saya masih menjalani pemeriksaan dan perawatan intensif, mengingat kontraksi rahim saya tidak baik (atonia uteri), sehingga perdarahan rahim tidak bisa berhenti. Saya harus menjalani terapi cairan dan tranfusi untuk mengganti darah yang keluar, agar fungsi-fungsi vital tubuh saya tidak tergannggu. Sehingga saya tidak bisa rooming in bersama Ica.

Ditengah kondisi tersebut, datanglah seorang perawat bayi. Dengan hati-hati dia menanyakan apakah Ica boleh diberikan susu formula, mengingat keadaan saya masih belum baik. Dan setelah saya dengan tegas tidak mengijinkan, beliau dengan telaten membawa bayi saya bolak-balik keluar masuk ruang tempat saya dirawat untuk disusui. Dan dengan sabar dia membantu saya yang hanya bisa miring kanan dan kiri (karena dudukpun saya tidak mampu) untuk menyusui. Ditengah bayang-bayang ketakutan akan histerektomi (jika perdarahan tidak berhenti, maka rahim saya harus diangkat untuk menyelamatkan nyawa saya), saya bahagia bisa menyusui. Padahal tidak sedikit petugas medis yang tanpa basa basi memberikan susu formula di menit-menit awal kelahiran sang bayi, padahal ibu dan bayi, keduanya sehat dan dapat rooming in!. Si ibu tidak tahu, sampai ketika pulang mereka dibekali sisa susu formula dan tentu saja tagihan atas pembeliannya. (Rasanya kejam sekali!). Bukannya petugas medis seharusnya mendukung sepenuhnya ibu yang ingin menyusui secara eklusif?!.

Sungguh, tahmid mengiringi rasa syukur saya, dipertemukan dengan seorang perawat bayi seperti beliau. Yang belakangan baru saya tahu namanya, Suster Susi. Terima kasih Suster Susi. Jazakillahu khairan Katsira.

dr.ariani (Umminya Fatih & Raisya)

https://parentingislami.wordpress.com


Tips Sukses Inisisasi Menyusui Dini & ASI ekslusif

Tips Sukses Inisisasi Menyusui Dini & ASI ekslusif

Alhamdulillah, 4 bulan sudah, Ica, puteri keduaku menikmati ASI ekslusif .”Tinggal” 2 bulan lagi melanjutkan perjuangan, Insya Allah. Saya sangat bersyukur, karena bukanlah hal yang mudah, bagi ibu bekerja seperti saya (dengan jadwal kerja shift dan masih ada dinas malam) mempertahankan ASI ekslusif.

Dan saya yakin Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan ASI ekslusif. Sebagai orang yang sering “diamanahi” memotivasi orang lain untuk melakukan IMD dan ASI ekslusive, tentu menjadi obsesi tersendiri untuk menerapkan kedua hal tersebut pada anak kedua saya (terlebih saya belum berhasil melakukannya pada anak pertama saya). Saya ingin membagi pengalaman saya tentang beberapa tips untuk para ibu, bunda, ummi yang ingin melakukan IMD dan ASI ekslusif, semoga bermanfaat.

Memahami manfaat IMD dan ASI ekslusive

Baca lebih lanjut

Keberhasilan Menyusui Diawali Dari Menit-Menit Pertama Kelahiran

Dr.Kharisma Perdani K*

Kesulitan memberikan ASI memang kerap ditemui para ibu-ibu muda kita. Beberapa ibu muda akhirnya banyak yang sulit untuk memberikan ASinya. Beberapa dari mereka akhirnya sama sekali tidak dapat mengeluarkan ASI untuk buah hatinya. Padahal hal ini dapat diatasi sendari awal melahirkan. Terutama bila dilakukan tindakan inisasi dini menyusui sejak menit-menit pertama kelahiran anak tersebut.

Inisiasi Dini Sebuah Solusi
Inisiasi menyusu dini adalah proses mengawali menyusu sejak dini yakni pada menit-menit pertama kelahiran si jabang bayi. Beberapa langkah inisiasi dini yakni menempelkan bayi yang baru lahir yang hanya dikeringkan sebentar kemudian ditempelkan pada dada ibunya ( skin contac ), kemudian bayi dibiarkan sendiri untuk mencari puting susu ibu, kemudian berusaha menghisap air susu ibunya tersebut.
Proses yang sebenarnya cukup sederhana ini ternyata memberikan manfaat yang cukup besar baik untuk si ibu maupun bayinya sendiri. Bagi si ibu, rasa tenang serta bahagia akan menyelimuti dirinya, yang tanpa disadari perasan tersebut akan membantunya untuk mengelurkan hormon oksitosin yang berperan menyebabkan rahim berkontraksi, sehingga membantu mengurangi perdarahan dan mengeluarkan plasenta. Selain itu sentuhan tadi juga membuat hormon-hormon lain keluar untuk membantu pengeluaran ASI serta meningkatkan ambang rasa nyeri.

Bagi bayi, proses ini akan melatih instingnya untuk mencari sendiri puting ibunya. serta jilatan pada kulit dada ibu ternyata membentuk imunitas ( daya kekebalan tubuh ) karena pada kulit dada ibu terdapat kuman yang akan tertelan bayi dan ini bermanfaat untuk melawan kuman dalam usus bayi. Rasa dingin yang biasa dikhawatirkan, sebenarnya dapat diantisipasi dengan memberikan selimut diatas punggung bayi. Walaupun suhu tubuh ibu nantinya akan memstabilkan suhu bayi secara otomatis. Karena suhu tubuh ibu lebih tinggi satu derajat dibandingkan dengan suhu bayinya, namun bila bayi merasa panas maka suhu ibu akan turun satu derajat pula.

Dr.Utami Roesli SpA MBA IBCLC pakar ASI dari Sentra Laktasi Indonesia pernah mengatakan bahwa dalam 30 menit pertama, bayi istirahat dalam keadan siaga, sesekali melihat ibunya, beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan,40 menit pertama bayi mulai mengelurkan suara, membuat gerakan mengisap dan memasukkan tangan ke mulut.

Proses diatas akhirnya memudahkan bayi serta ibu untuk mensukseskan program menyusu yang diharapkan dapat memberikan ASI ekslusif . Ini tentunya menjadi sebuah rangkain indah, karena proses menyusu ini membutuhkan satu ikatan emosional yang kuat antara ibu serta bayinya tersebut. Emosi ibu pun harus tenang untuk dapat mengelurkan ASInya tersebut. Pemisahan ibu dan bayi dalam jangka waktu tertentu malah dapat berakibat bayi tidak dapat menyusu.

Dari sebuah penelitian Dr.Lennart Righard ( Departement of Pediatrics, University of Land, Malmo General Hospital Swedia, pada dasarnya bayi dapat menyusu sendiri sejak lahir. Bahkan sebuah penelitian di Ghanapada 2006 terhadap 10947 bayi, bayi yang mulai menyusu pada hari pertama sebanyak 16% dapat terselamatkan dari kematian, dan angka ini meningkat menjadi 22% bagi bayi yang sudah disusukan pada 1 jam pertama kelahirannya.

Bayangkan hal ini bila diterapkan di Indonesia tentunya angka kematian bayi akan menurun mengingat Direktur Eksekutif UNICEF, Ann M Veneman pernah mengatakan pula, bahwa lebih dari sepertiga kematian anak terjadi pada bulan-bulan pertama kehidupannya, pemberian ASI sejak dini serta makanan bergizi akan melindungi bayi terhadap penyakit yang mematikan.

Kendala Inisiasi Dini
Walaupun proses sederhana ini bermanfaat, seringkali kendala teknis di lapangan menjadi kendala bagi ibu-ibu muda yang ingin memberikan inisiasi menyusu dini pada bayinya. Kendala tersebutnya agaknya perlu diantisipasi sejak awal, bahkan mengsosialisasikan metode ini perlu diberitahukan kepada suami, keluarga atau bahkan tim medis yang nantinya akan membantu persalinan si ibu. Mengingat belum banyak tempat bersalin yang menerapkan metode ini.Kekhawatiran seperti bayi menjadi kedinginan atau ASI belum keluar pada hari pertama hingga pemberian susu formula perlu dijelasan sejak awal.

Suami atau keluarga perlu mendampingi pada proses persalinan ibu agar ibu tenang serta percaya diri. Saat lahir bayi di keringkan seperlunya tanpa menghilangkan lemak yang menyelimuti tubuh bayi, kemudian tengkurapkan bayi pada dada ibu, tunda prosedur yang invasive seperti tetes mata atau menyuntik, kemudian rawat gabung ibu dan bayi adalah langkah-langkah singkat saat ingin berupaya menerapkan inisiasi menyusu dini di tempat bersalin.

Inisiasi menyusu dini ini perlu segera disosialisasikan kepada masyarakat kita agar masalah memberikan ASI pada prolog diatas tidak akan terulang kembali pada diri ibu-ibu muda kita.
Semoga…

https://parentingislami.wordpress.com

*Redaktur Parenting Islami dan Public Relation WISE ( Women’s Initiative for Society Empowerment ).
Klinik, Konsultasi dan Pelatihan, Jl.Tubagus Ismail No.40A Bandung